Masuk Usia ke-479, Semarang Pertegas Arah Pembangunan Berkelanjutan

Dok. Humas Pemkot Semarang

SEMARANG (Awall.id) – Menuju usia hampir lima abad, Kota Semarang menandai Hari Ulang Tahun (HUT) ke-479 pada 2 Mei 2026 dengan pendekatan berbeda.

Tak lagi sekadar seremoni, peringatan tahun ini dijadikan momentum untuk menegaskan arah transformasi kota yang berkelanjutan—menuju Semarang yang bersih, sehat, cerdas, makmur, dan tangguh.

Di bawah kepemimpinan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, bersama Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin, Pemerintah Kota Semarang memilih menghadirkan 17 “kado hebat” yang langsung menyasar kebutuhan warga.

Kebijakan ini mencerminkan perubahan paradigma pembangunan: dari kota yang sekadar ditampilkan, menjadi kota yang benar-benar dirasakan manfaatnya.

“Tema ‘Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat’ bukan sekadar slogan. Ini adalah gerak kolektif yang mengintegrasikan tradisi dengan transformasi modern,” ujar Agustina, Minggu (12/4).

Visi besar yang diusung—bersih, sehat, cerdas, makmur, dan tangguh—menjadi fondasi pembangunan kota.

Bersih berarti pengelolaan lingkungan yang optimal, sehat mencakup layanan kesehatan merata, cerdas merujuk pada pendidikan dan digitalisasi, makmur pada pemerataan ekonomi, serta tangguh pada kesiapan menghadapi krisis dan bencana.

Seluruh program yang diluncurkan dalam HUT ke-479 dirancang sebagai manifestasi konkret dari lima pilar tersebut.

Baca Juga:  Jadi Pemicu Laka di Jatibarang Semarang, Sopir Truk Tangki Air Ditetapkan Tersangka

 

Salah satu program unggulan adalah layanan gratis Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang di seluruh koridor pada 1–5 Mei 2026. Kebijakan ini tidak hanya meringankan beban masyarakat, tetapi juga menjadi uji coba peralihan ke transportasi publik.

Selain itu, sejumlah fasilitas olahraga seperti Gedung Tri Lomba Juang, GOR Manunggal Jati, hingga padepokan pencak silat dibuka gratis pada momen tertentu. Diskon 50 persen juga diberikan untuk Lapangan Sepak Bola Sidodadi tepat pada hari puncak HUT.

Pemkot juga memberikan tarif parkir simbolis Rp479 melalui pembayaran QRIS sebagai bagian dari dorongan digitalisasi layanan.

Di sektor layanan dasar, Pemkot memberikan diskon sambungan air bersih sebesar Rp550 ribu per kepala keluarga dengan syarat tertentu.

Program ini menyasar kawasan padat penduduk yang selama ini kesulitan akses air bersih.

Tak hanya itu, layanan air tangki gratis disediakan sepanjang 2026 untuk wilayah rawan kekeringan, serta diskon layanan sedot tinja guna meningkatkan sanitasi lingkungan.

Baca Juga:  Tiga Atlet Angkat Besi Jateng Dipastikan Berangkat PON XXI Aceh Sumut

“Kami tidak asal membagi program. Semua berbasis data dan aspirasi warga,” tegas Agustina.

Untuk sektor pariwisata, seluruh objek wisata di Kota Semarang digratiskan pada 2 Mei 2026. Langkah ini diharapkan mampu menggairahkan kembali sektor ekonomi kreatif.

Sementara itu, program LAMP1ON (Layanan Mudah dan Cepat Perizinan Online) diluncurkan guna menyederhanakan proses perizinan, termasuk diskon layanan laboratorium dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Program ini dinilai strategis dalam mendukung pertumbuhan UMKM.

Di bidang kesehatan, intervensi difokuskan pada ibu hamil risiko tinggi dan bayi dengan berat lahir rendah (BBLR) di wilayah prioritas. Selain itu, skrining kesehatan gratis disediakan di 40 puskesmas bagi berbagai kelompok usia.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya menekan angka kematian ibu dan bayi sekaligus meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat.

Dorong UMKM dan Kepedulian Lingkungan
Program Jempol Pak Kuat (Jemput Bola Perizinan dan Penguatan Ekonomi Kreatif) hadir untuk mempermudah pelaku UMKM dalam pengurusan izin dan sertifikasi produk. Petugas akan langsung mendatangi sentra usaha untuk memberikan layanan.

Di sisi lain, program penukaran botol plastik dengan bibit tanaman menjadi upaya mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan. Job Fair juga digelar pada 6–7 Mei 2026 untuk membuka peluang kerja baru.

Baca Juga:  Bersama Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah, ITESA Jalin Kerjasama dengan Universiti Teknologi PETRONAS Malaysia

Pemkot juga memperkuat layanan administrasi kependudukan, termasuk perekaman e-KTP bagi pelajar dan penyandang disabilitas. Pendekatan jemput bola diterapkan agar layanan lebih inklusif dan mudah diakses.

Sejarawan dari Universitas Diponegoro, Singgih Tri Sulistiyono, menilai usia 479 tahun menjadi tonggak penting perjalanan panjang Kota Semarang.

“Semarang telah melewati berbagai fase sejarah. Tantangannya kini adalah menjaga warisan sekaligus beradaptasi dengan masa depan,” ujarnya.

Menurutnya, konsep kota tangguh tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur, tetapi juga ketahanan sosial masyarakatnya.

Agustina menegaskan, HUT ke-479 bukanlah akhir, melainkan titik awal. “Kado-kado ini adalah bibit. Kami ingin masyarakat ikut merawat dan mengembangkannya,” katanya.

Dengan berbagai program yang menyentuh hampir seluruh aspek kehidupan, Kota Semarang menunjukkan bahwa perayaan hari jadi dapat menjadi instrumen kebijakan publik yang nyata—bukan sekadar pesta, tetapi langkah strategis menuju kota yang lebih hebat dan berkelanjutan.***

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *