Tim PkM USM Beri Pelatihan Optimalisasi Pembayaran Nontunai dengan QRIS ke Pelaku UKM Pedrikan Lor

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas ekonomi Universitas Semarang (PkM USM) dan pelaku UKM di Kelurahan Pendrikan Lor, Kecamatan Semarang Tengah, dalam kegiatan Pelatihan Optimalisasi Pembayaran Nontunai dengan QRIS untuk Meningkatkan Keamanan dan Efisiensi Transaksi, pada 27 November 2025

SEMARANG (Awall.id) – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas ekonomi Universitas Semarang (PkM USM) memberikan Pelatihan Optimalisasi Pembayaran Nontunai dengan QRIS untuk Meningkatkan Keamanan dan Efisiensi Transaksi Bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kelurahan Pendrikan Lor, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, pada 27 November 2025.

Tim PkM USM diketuai Guruh Mulia Widayat SE MM dan anggota Dr Dc Kuswardani MM, Lusa Mara SE MM, dan Dr Ani Setyowati SE MSi. Mereka dibantu 2 mahasiswa Fakultas Ekonomi USM yaitu Marcellino Valent Gusna dan Sabilla Syabrina Josivo.

Baca Juga:  Wisuda Ke-66 USM: Prof Kesi: USM adalah Rumah untuk Mengembangkan Iptek

Pelaksanaan kegiatan berkolaborasi dengan Bank Mandiri Cabang Mpu Tantular Semarang yang diwakili oleh Sugeng Puji Widodo, Yohana Putri Laksana, Gregorius Rully Hanggara (Alumni USM), dan Alfian Hadiek (Alumni USM).

Menurut Guruh, tujuan kegiatan untuk mengoptimalkan kemampuan para pelaku UKM di Kelurahan Pendrikan Lor dalam mengadopsi dan mengelola sistem pembayaran non-tunai berbasis QRIS.

Selain itu juga Adopsi ini merupakan langkah strategis untuk mengatasi tantangan efisiensi dan keamanan transaksi, yang sering kali menjadi hambatan dalam percepatan pemasaran produk UKM.

Baca Juga:  Permadi, Politikus Gerindra Meninggal Dunia

Dia berharap, pelatihan tersebut dapat mentransformasi metode transaksi tradisional menjadi digital, sekaligus membina kelompok usaha agar siap menghadapi dinamika pasar yang semakin modern.

”Dengan mengoptimalkan QRIS melalui pelatihan dan praktek langsung didampingi langsung oleh perwakilan Bank Mandiri, diharapkan pelaku UKM pada Kelurahan Pendrikan Lor mampu memahami dan menggunakan transaksi dengan QRIS,” katanya.

Respons peserta cukup bagus. Hal itu terlihat dari banyaknya pertanyaan kepada narasumber. Peserta juga menginginkan kegiatan lanjutan untuk pendalaman pelatihan beserta praktek langsung.

Baca Juga:  Pencuri Handphone di Stasiun Poncol Ternyata DPO Kasus Pencurian Motor

Dalam kegiatan tersebut mahasiswa berpartisipasi dengan mempersiapkan komponen pelatihan dan memberikan pengetahuan mengenai Unduh Aplikasi di Playstore, Pendaftaran QRIS via Aplikasi, dan mempersiapkan peralatan dan perlengkapan lainnya.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *