Prodi Pariwisata USM Gelar Praktisi Mengajar di Pantai Sunrise Land Lombok

SEMARANG (Awall.id) – Program Studi Pariwisata, Universitas Semarang (USM), menggelar kegiatan Praktisi Mengajar pada 21 Mei 2025 di Pantai Sunrise Land Lombok, Lombok Timur.

Peserta kegiatan ini adalah mahasiswa semester 6 Jurusan Pariwisata USM yang sedang menempuh mata kuliah wisata bahari dan sejumlah mahasiswa lain.

Kegiatan menghadirkan narasumber Direktur Sunrise Land Lombok, Lombok Timur, Qori’ Bayyinaturosyi M.Sc.

Dosen Pengampu Mata Kuliah Wisata Bahari, Muchammad Satrio Wibowo SKel MSc mengatakan, kegiatan mengambil tema ”Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Wisata Pantai di Sunrise Land Lombok”.

Baca Juga:  Dukung Inisiatif Sosial, Kejati Jateng Tegaskan Komitmen Negara dalam Melindungi Anak-Anak di Rumah Anak Surga

”Praktisi mengajar merupakan kegiatan yang penting dalam proses pembelajaran. Para mahasiswa dapat belajar langsung penerapan dari teori yang diajarkan di kelas dengan contoh pengelolaan dari lapangan yang disampaikan oleh pemateri. Teori mendasari praktek, praktek melengkapi dari teori,” ujar Satrio.

Sementara itu, dalam paparannya, Qori mengatakan, Sunrise Land Lombok merupakan sebuah objek wisata pantai yang terletak di wilayah Labuan Haji, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Baca Juga:  Ganjar Koordinasi BNPB Minta Bantuan Heli untuk Atasi Kebakaran Gunung Sumbing

Pantai ini memiliki beberapa atraksi seperti menikmati matahari terbit _(sunrise),_ memancing, _water sport_ dan wisata edukasi konservasi penyu.

”Letak yang strategis dan potensi yang melimpah dari pantai ini adalah hal yang memecut saya untuk mengembangkannya. Selain itu, saya juga mempunyai keinginan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar melalui pariwisata,” jelas Mas Qori, sapaan akrabnya.

Qori menambahkan, pihaknya memulai merintis objek wisata tersebut pada tahun 2022. Partisipasi masyarakat dipilih menjadi konsep pengelolaan Sunrise Land Lombok.

Baca Juga:  Takbir Keliling Dilarang, Diarahkan di Masjid

”Partisipasi masyarakat sebaiknya dilakukan pada setiap tahap, yaitu tahap perencanaan, pengelolaan, dan evaluasi. Dengan konsep ini, dapat mendatangkan manfaat untuk masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *