Kemenkes RI Luncurkan Program Skrining Kesehatan Gratis untuk Warga Indonesia

Foto : Menteri Kesehatan Budi Gunawan Sadikin dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Kamis, (31/11).

JAKARTA (Awall.id)  – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengumumkan peluncuran program skrining kesehatan gratis yang akan dimulai pada hari ulang tahun Kemenkes, mulai tahun 2025.  Program ini ditujukan untuk seluruh warga Indonesia dan bertujuan untuk deteksi dini serta pencegahan penyakit sesuai dengan kategori usia.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan program skrining ini merupakan hadiah dari negara kepada masyarakat.

“Skrining ini adalah hadiah ulang tahun dari negara kepada masyarakat, dilakukan setiap hari ulang tahun untuk memastikan kesehatan terpantau secara dini,” katanya dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Kamis, (31/11).

Baca Juga:  Gubernur Ganjar Geram Dengar Laporan Perusahaan Besar Tidak Taat Prokes

Berbeda dengan skrining yang tercakup dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang mencakup 14 jenis penyakit, program skrining ulang tahun ini dirancang untuk mendeteksi berbagai penyakit sesuai golongan usia, dengan fokus pada meningkatkan efektivitas deteksi dini dan meminimalkan risiko kematian serta kecacatan.

Adapun kategori Skrining Berdasarkan Golongan Usi yakni, skrining balita, Difokuskan pada deteksi penyakit bawaan lahir, seperti hipotiroid kongenital, yang dapat diobati jika teridentifikasi sejak dini untuk mencegah kematian atau kecacatan.

Baca Juga:  PSIS Tahan Imbang Persib 0-0

Skrining Remaja (di bawah 18 tahun), Meliputi pemeriksaan obesitas, diabetes, dan kesehatan gigi. Skrining ini bertujuan mendeteksi masalah kesehatan yang umum terjadi pada anak dan remaja.

Skrining Dewasa, Difokuskan pada deteksi dini kanker, termasuk kanker payudara dan serviks, yang menjadi penyebab utama kematian wanita di Indonesia, serta kanker prostat pada pria. Skrining Lansia, Meliputi pemeriksaan Alzheimer, osteoporosis, serta kesehatan umum terkait penuaan.

Menurutnya, skrining akan dilaksanakan di Puskesmas dan sekolah-sekolah sesuai dengan kategori usia yang relevan. Untuk mendukung pendataan, Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

Baca Juga:  Cetak Hattrick, PLN Kembali Raih Kinerja Keuangan Terbaik Sepanjang Sejarah pada Tahun 2023

Warga yang berulang tahun hanya perlu mendatangi Puskesmas terdekat dengan membawa identitas diri, dan petugas akan memverifikasi data berdasarkan basis data kependudukan untuk mengakses layanan ini.

Dengan program skrining kesehatan ini, Kementerian Kesehatan berharap masyarakat Indonesia dapat memantau kondisi kesehatannya sejak dini, menciptakan generasi yang lebih sehat dan tangguh.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *