Ludenara Gelar Festival NBB, Perlihatkan 13 Karya Guru dalam Gunakan Game Edukasi

Penasehat Yayasan Ludenara, Eko Nugroho saat membuka acara Festival NBB

SEMARANG (Awal.id) – Ludere Nusantara (Ludenara) mengadakan Festival Nusantara Bermain Bermakna (NBB) di Ballroom Orange Hotel Harris, Semarang, Jumat (5/5/2023).

Dalam gelaran tersebut juga bertujuan untuk memperlihatkan hasil karya 13 guru terbaik dari Bogor, Bandung, Pekalongan, Semarang, Malang, dan Lombok Utara dalam menggunakan game edukasi di kelas mereka.

Diketahui, Ludenara adalah sebuah organisasi nirlaba yang fokus pada implementasi pendekatan pembelajaran interaktif berbasis game (game-based learning) untuk peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia, dan berbasis di Bandung, Jawa Barat.

Penasehat Yayasan Ludenara, Eko Nugroho menjelaskan pendidikan adalah hal yang penting dalam menciptakan masa depan yang lebih baik.

Namun, Ia menuturkan belajar tidak selalu harus membosankan dan monoton. Ada beberapa metode pembelajaran yang bisa membuat ana-anak atau peserta didik mengikutinya dengan kegembiraan.

“Melalui program ini, para guru yang telah diberi pendampingan selama beberapa bulan, diberi kesempatan untuk mempresentasikan motode pembelajaran menggunakan permainan yang telah dikreasikannya, kepada para guru lain. Setidaknya ada 80 sekolah di Indonesia yang terlibat dalam kegiatan ini,” ungkapnya disela-sela kegiatan.

Baca Juga:  Dalam Dua Pekan, Polda Jateng Berhasil Turunkan Angka Kecelakaan Sebesar 6%

Ia menyebut bahwa Festival NBB adalah hasil dari program dua tahun yang bertujuan untuk mengajarkan guru-guru bagaimana merancang dan memanfaatkan permainan edukasi untuk menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna di kelas mereka.

“Dan pada tahun terakhir program, kami mengadakan sebuah festival yang bertujuan untuk memperlihatkan hasil karya para guru terbaik dalam menggunakan permainan edukasi di kelas mereka,” ujar Eko yang juga menjadi Ketua Program Festival NBB

Lebih lanjut Ia mengatakan Festival ini juga menampilkan game edukasi yang dirancang oleh para guru yang jadi “Champions” untuk kualitas permainan dan hasil implementasi yang baik.

Hasil Karya 13 guru Dalam Menggunakan Game Edukasi.

Mereka mempresentasikan kreasi mereka dan juga berbagi pengalaman dalam mengajar dengan menggunakan game.

Baca Juga:  Lonjakan Penjualan Meningkatkan, Indofood Terus Berikan Inovasi untuk Pelanggan Setianya

Selain itu, festival ini juga akan menjadi ajang bagi para guru untuk bertemu dan berdiskusi dengan rekan mereka tentang bagaimana menggunakan permainan sebagai alat pembelajaran yang efektif.

“Kami percaya bahwa game edukasi dapat meningkatkan minat dan motivasi siswa untuk belajar. Selain itu, game edukasi juga dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan kritis, kreativitas, dan kolaborasi. Oleh karena itu, festival ini bukan hanya tentang memenangkan hadiah, tetapi juga tentang meningkatkan kualitas pembelajaran di Indonesia. Kami mengundang semua guru dan pendidik lain yang tertarik untuk bergabung dalam festival ini. Bersama-sama, kita dapat menciptakan proses pembelajaran yang lebih menyenangkan dan bermakna bagi siswa kita,” ujarnya.

Sementara Guru Sekolah Alam, Muhammad Dhinar Zulfiqar, yang berkesempatan mempresentasikan game kreasinya mengatakan bahwa dirinya sangat senang bisa mengikuti program ini.

Baca Juga:  Peringati Hari UMKM 2025, Ferry Wawan Cahyono Dorong Generasi Muda Terjun ke Wirausaha Berbasis Teknologi

Menurutnya, saat ini memang ada kegelisahan pada para guru yang harus bersaing dengan media sosial dan teknologi dalam pola pembelajaran pada anak didik. Di luar sekolah, anak-anak atau pelajar saat ini banyak beraktivitas dengan menggunakan handphone, dengan segala tawaran informasi yang masuk.

“Apalagi saat ini teknologi maju sangat pesat, ada pula Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan yang bisa saja menggantikan peran para guru untuk ‘mendidik anak’. Guru seolah bersaing dengan mereka, dan apa jadinya jika anak-anak diajarkan oleh derasnya arus informasi dalam kecanggihan teknologi,” bebernya.

Adanya hal itu, Ia sangat mengapresiasi ketika diminta bergabung dengan program ini untuk engikuti bimbingan secara bertahap, guna membuat permainan sebagai media pembelajaran.

“Dalam program ini, hal yang paling penting adalah mengubah paradigma proses pembelajaran kepada anak didik. Yang dulunya tegang dan konvensional, kini dibuat lebih menyenangkan dan anak-anak bisa mengikuti proses pembelajaran secara gembira,” pungkasnya.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *