Penderita HIV/AIDS Butuh Dampingan, Ganjar Langsung Menganggarkan

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, siap menganggarkan bantuan untuk kelompok rentan. Hal itu disampaikannya pada Musrenbang Provinsi dalam rangkaian penyusunan RKPD 2024 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kamis (13/4/2023)

SEMARANG (Awal.id) – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menegaskan, pihaknya siap membantu dengan menganggarkan kebutuhan dari kelompok rentan.

Seperti usulan yang disampaikan perwakilan dari Ikatan Perempuan Positif Indonesia (IPPI) Jawa Tengah, saat Musrenbang Provinsi dalam rangkaian penyusunan RKPD 2024 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kamis (13/4/2023).

IPPI merupakan organisasi yang menaungi dan mendampingi para perempuan penyandang dan yang terdampak HIV/AIDS.

Ganjar mengatakan, usulan seperti ini tidak mungkin muncul tanpa keikutsertaan kelompok rentan dalam Musrenbang.

“Ini kan masukan yang tidak terlalu intens untuk kita omongkan. Yang selalu kita omongkan berapa jalan rusak, berapa gedung harus dibangun, sangat maskulin,” ujarnya.

Baca Juga:  Pemilu 2024, Wali Kota Semarang Hevearita Berharap Dapat Berjalan Kondusif

Melalui dinas terkait, Ganjar akan memeriksa ketersediaan anggaran untuk kasus tersebut. Apabila anggaran sudah tersedia, bisa langsung diberikan, atau membuka mata pos anggaran baru dalam penyusunan RKPD 2024.

“Kalau kami melihat kondisinya seperti itu, ya langsung kami anggarkan saja. Jangan-jangan, memang mata anggaran untuk mengcover itu sudah ada. Tapi, kalau belum ini bisa menjadi masukan untuk mata anggaran baru, agar kami menyelesaikan program mereka,” tegasnya.

Musrenbang Provinsi ini merupakan tahapan dari penyusunan RKPD 2024. Dari hasil Musrenbangwil di enam eks karesidenan se-Jateng, tercatat ada 514 usulan prioritas dari total 35 kabupaten kota.

Baca Juga:  Usai Rilis Single, Denny Frust Lakukan Tur di Bagian Timur Indonesia

Dari 514 usulan prioritas tersebut, usulan terbanyak adalah usulan Prasarana Jalan dan Jembatan sebanyak 239 usulan. Kemudian, usulan terbanyak kedua adalah usulan sarana prasarana kesehatan sebanyak 39 usulan.

Proses panjang ini, kata Ganjar, semata-mata untuk memastikan RKPD yang disusun sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Maka juga butuh endurance dari pemangku keputusan. Kenapa, maka kita tungguin, maka jangan ditinggal pergi. Harus ada yang menunggui sampai akhir. Artinya, ini sesuatu yang penting dilakukan. Sebab, kalau tidak nanti komplainnya di tengah,” ujarnya.

Baca Juga:  Awal Tahun 2023, Satresnarkoba Polrestabes Semarang Ungkap 2 Kasus Menonjol

Ganjar juga senang karena dalam penyusunan RKPD 2024, kelompok masyarakat sangat aktif memberikan masukan. Dengan demikian, program yang disusun dalam RKPD tidak fokus pada hal maskulin, misalnya persoalan infrastruktur.

“Ini yang penting untuk kami dengarkan dan mudah-mudahan setelah rangkuman dari enam titik, sekarang masuk ke provinsi. Segera kami buatkan program untuk kami deliver ke DPRD untuk kami bahas, sekalian kami ambil keputusan politik,” tandasnya.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *