Perayaan Imlek 2023 di Sam Poo Kong, Pengelola Batasi Jumlah Pengunjung

SEMARANG (Awal.id) – Kelenteng Sam Poo Kong, salah satu destinasi wisata di Kota Semarang, ikut dalam perayaan Imlek 2023, yang akan digelar 21 Januari hingga 23 Januari mendatang.

Kepala Yayasan Kelenteng Sam Poo Kong, Mulyadi Setiakusuma menyampaikan, Imlek 2023 ini jadi berkah tersendiri bagi Kelenteng Sam Poo Kong, karena selama dua tahun tidak bisa menggelar aktivitas akibat pandemi.

“Terus terang ini Imlek pertama setelah kita absen 2 tahun, karena pandemi ya. Seperti kita ketahui bersama tahun 2021-2022, tidak ada perayaan sama sekali. Baru pada 2023 ini, kita mulai lagi karena pas dengan Imlek dan PPKM sudah dicabut. Jadi kami dari Kelenteng Sam Po Kong sebagai wisata religi, kembali merayakan Imlek,” tuturnya saat ditemui halaman Klenteng Sam Poo Kong, Senin (16/1/2023).

Baca Juga:  Soal Kebijakan Tiket Borobudur Rp 750 Ribu, Gubernur Ganjar Minta TWC Edukasi Masyarakat

Meskipun begitu, Mulyadi mengatakan perayaan Imlek nantinya akan digarap secara sederhana dan hemat, dan tentunya tetap mempertahankan kemeriahan perayaan Imlek dengan mendatangkan salah satu barongsai termahal di Jawa Tengah.

“Kemarin juga kita sudah undang pada saat Tahun Baru 1 Januari 2023. Nah ini kita undang kembali para pemainnya. Bayaran mereka dihitung per menit, karena Barongsai Tonggak San Guo itu sangat sulit, latihannya pun sulit dan itu kita keluarkan saat Imlek juga,” tandasnya.

Baca Juga:  Jelang Libur Nataru, Pengelola Wisata Pantai Cahaya Gratiskan Tiket Tanda Masuk

Perayaan Imlek di Sam Poo Kong akan dimulai pada 21 Januari 2023 dengan fashion show, kemudian puncaknya di tanggal 23 Januari 2023 dengan menampilkan Jathilan lalu Rampak Buto, dan ada hiburan penyanyi dangdut Lala Widy, Bianca Shakila dan Yuda Leo Betty.

“Acaranya nanti akandihadiri Gubernur Jateng Ganjar Pranowo serta Forkopimda Provinsi dan Kota, seperti juga Ibu Plt Wali Kota Semarang,” pungkasnya.

Baca Juga:  Ekonomi Jateng Tumbuh Positif, Ganjar: Alhamdulillah...

Terakhir Mulyadi menuturkan, meski PPKM sudah dicabut, pihaknya tidak akan langsung memberikan kapasitas 100% pengunjung. Jumlah pengunjung dibatasi 80% dari kapasitas pengunjung di wisata religi ini.

“Kalau saat PPKM kita batasi hanya 50 persen. Saat PPKMdicabut, kita batasi hanya 80%. 80% itu kalau saat konser Westlife dulu saja 7.000 pengunjung, itu 4000 berdiri 3000 duduk. Kalau semua berdiri tentu bisa 10 ribu, tapi kita tetep batasi hanya 8.000, jadi nanti kalau penuh ya kita stop dan tunggu yang selanjutnya,” imbuhnya. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *