Daerah Rawan Bencana Dipetakan BPBD, Ferry Imbau Masyarakat Waspadai Cuaca Ekstrem

SEMARANG (Awal.id) – Wakil Ketua DPRD Jateng mengimbau masyarakat Jawa Tengah agar mewaspadai sejumlah ancaman bencana alam akibat cuaca ekstrem. Peralihan musim dari kemarau ke hujan (pancaroba) di Jateng diperkirakan mulai terjadi pada Oktober ini hingga bulan November mendatang.
“Waspada cuaca ekstrem yang terjadi pada bulan ini hingga November mendatang. Jika terjadi hujan yang terus menerus atau hujan lebat yang disertai angin kencang, warga segera mencari tempat-tempat aman untuk perlindungan,” kata Ferry di Semarang, Kamis (13/10).
Sesuai perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kata Ferry, sejumlah daerah di Jateng pada bulan Oktober hingga November 2022 berpotensi terjadi cuaca ekstrem. Untuk itu, dia mengingatkan masyarakat yang bermukim di daerah-daerah bencana agar mewaspadai dan menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi bencana alam akibat perubahan musim tersebut.
Politisi Partai Golkar ini menjelaskan musim hujan di Jawa Tengah pada 2022 maju sekitar satu bulan dari waktu normal. Adanya perubahan ini, diperkirakan puncak musim hujan akan terjadi pada Januari hingga Februari 2023.
Dia menyebut beberapa kejadian alam yang mungkin terjadi saat cuaca ekstrim, antara lain hujan es, hujan lebat, hingga angin langkisau. Cuaca ekstrem tersebut berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi, berupa banjir, banjir bandang, hujan es, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung.
Ferry memaparkan sejumlah wilayah Jawa Tengah kini telah terdampak cuaca ekstrem, antara lain banjir di Cilacap, banjir dan longsor di Kebumen, longsor dan angin kencang di Wonosono, sertq hujan es di Grobogan dan Wonogiri.

Warga terdampak banjir di Cilacap
Untuk menimalisir jatuhnya korban nyawa atau harta benda masyarakat akibat bencana alam dari cuaca ekstrem tersebut, menurut Ferry, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah telah melakukan pemetaan daerah yang rawan bencana.
“Saya apreasiasi BPBD Jateng yang telah melakukan pemetaan daerah rawan bencana untuk pencegahan secara dini terhadap dampak cuaca ekstrem. Pemetaan daerah rawan bencana ini akan semakin mempermudah pendeteksian lokasi, penyiapan sejumlan sumber daya manusia (SDM) dan peralatan penanggulangan darurat jika sewaktu-waktu melakukan evakuasi korban yang terjadi di daerah yang sudah dipetakan,” katanya.
Anggota legislatif asal daerah pemilihan dari Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Purbalingga dan Kabupaten Kebumen ini menyambut baik imbau BPBD Temanggung yang meminta masyarakat menunda pendakian gunung Sumbing.
Jika ada pendaki yang tetap melakukan aktivitasnya, dia meminta agar melakukan secara hati-hati dan mengikuti panduan-panduan dalam melakukan pendakian, mengingat kondisi medan pendakian banyak yang licin dan rawan longsor akibat diterpa hujan secara terus menerus.
Ferry juga menyampaikan terima kasih atas kepedulian dan perhatian pemerintah maupun unsur swasta yang ikut membantu untuk meringankan beban ekonomi para korban bencana alam di wilayah Jateng. Kepedulian terhadap sesama yang sedang mengalami musibah ini dapat mendukung mental para korban untuk Kembali menjalani kehidupan secara normal.
Di sisi lain, lanjut Ferry, bantuan kemanusia itu dapat menggalang persatuan dan kesatuan bangsa yang menjadi ciri khas Bangsa Indonesia sesuai dengan semboyannya, Bhinneka Tunggal Ika (berbeda-beda, tapi tetap satu juga). (adv/anf)



















