KONI Jateng Gelar Coffe Morning, Bona Obrolkan Perkembangan dan Kemajuan Prestasi Olahraga di Jateng
SEMARANG (Awal.id) – KONI Jawa Tengah mengadakan ‘Coffee Morning’ dengan menghadirkan beberapa jurnalis peliput olahraga, di Kantor KONI Jateng, Kompleks Gelora Jatidiri Semarang, Jumat, (22/7).
Pada kesemepatan tersebut juga hadir sebagai pembicara yakni Ketua Umum Bona Ventura Sulistiana, Waketum II Soedjatmiko, Waketum I Bambang Rahardjo, dan Bidang Humas dan Media, Darjo Soyat dan Sigit Pramono.
Dalam paparannya, Bona Ventura mengatakan kegiatan ini akan terus dilakukan secara rutin. Selain untuk komunikasi silaturahmi dengan wartawan juga sebagai memberikan penjelasan perkembangan dan kemajuan olahraga prestasi di Jawa Tengah.
Pihaknya menuturkan meski ini adalah kegiatan yang pertama kali topik yang cukup intens dibahas dalam pertemuan ini, yakni soal persiapan menghadapi Porprov 2023, kemudian soal mutasi atlet jelang event besar seperti Porprov, serta Pra PON tahun depan.
“Jadi kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada wartawan untuk memberikan masukan mengenai Porprov 2023 yang akan kita agendakan di Juli – September. Jangan sampai Porprov berbarengan dengan agenda Pra PON,” ungkap Bona.
Dalam Porprov 2023, sambungnya, akan mempertandingkan 57 cabang olahraga (cabor), lebih banyak dibandingkan pada pelaksanaan Porprov 2018 yakni 49 cabor dan akan digelar di Pati Raya, yakni Kabupaten Jepara, Kabupaten Pati, Kudus, Rembang, Blora, dan Grobogan.
“Namun, karena ada beberapa nomor yang tidak bisa diselenggarakan di wilayah Pati Raya, ada yang harus diadakan di daerah lain seperti di Solo dan Semarang. Cabor-cabor yang dipertandingan di luar pati antara lain berkuda, golf, balap sepeda, dan arung jeram yang masih tahap finalisasi karena ada dua lokasi yang memang memenuhi standar nasional, ” jelas Bona.

Mutasi Atlet
Di sisi lain, rekan-rekan wartawan juga menanyakan soal mutasi atlet yang biasanya memilih pindah ke daerah lain menjelang event-event besar, seperti Pra PON misalnya. Untuk itu, dia juga berharap atlet-atlet Jateng tetap memperkuat Jawa Tengah.
“Sejauh ini memang belum ada sanksi tegas dari KONI Jateng, namun saya sudah merumuskan beberapa skema terkait konsekuensi jika ada atlet yang tetap memilih pindah,” beber Bona
Sementara, waketum II Soedjatmiko menambahkan perihal mutasi atlet memang wajar jika ada atlet yang ingin hengkang dan memilih untuk pindah ke daerah lain. Tapi perlu diperhatikan ada syarat-syarat yang perlu dipenuhi.
“Mutasi itu hak, tetapi mutasi itu harus memenuhi syarat. yg pertama adalah mutasi itu asas domisili antara 12-17 bulan. Selain itu, harus disahkan lagi di rapat kerja provinsi,” tambah Soedjatmiko.
Pihaknya menjelaskan bahwa Rakerprov KONI akan diadakan pada Agustus mendatang, atau lebih cepat dari agenda sebelumnya yakni Desember 2022.
Mengenai skema peliputan pada saat Porprov tahun depan yang juga dibahas dalam agenda ini. Ia mengatakan bahwa seluruh pertandingan cabor bisa tercover lewat pemberitaan media.
“KONI Jateng berharap sinergi dengan media bisa terus berjalan dengan baik untuk kemajuan prestasi olahraga Jawa Tengah,” tambahnya. (is)



















