Hadapi Ancaman Omicron, Prokes Tetap Perlu

Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman SE (kiri), tampil pada diskusi dengan tema “Bersiap Hadapi Omicron” di Hotel Noorman Semarang, Senin (24/1).
Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman SE (kiri), tampil pada diskusi dengan tema “Bersiap Hadapi Omicron” di Hotel Noorman Semarang, Senin (24/1).

SEMARANG (Awal.id) –  Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman SE, mengingatkan, ancaman Covid-19 varian Delta belum sirna sepenuhnya, kini masyarakat harus menghadapi ancaman varian baru bernama Omicron. Meski tidak sedahsyat penyebaran varian Delta, namun antisipasi tetap harus dilakukan. Misalnya tetap mengenakan masker.

Kadarlusman menyampaikan hal itu saat menjadi narasumber pada dialog interaktif bertajuk Prime Topic dengan tema “Bersiap Hadapi Omicron” yang berlangsung di Ruang Bahana Hotel Noorman Semarang, Senin (24/12022).

Dialog tersebut juga menampilkan dua narasumber lain, yaitu Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Semarang Nur Dian Rakhmawati Skep Ners MPH, dan Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Undip Dr Budiyono SKM MKes.

Pilus, panggilan akrab Kadarlusman menjabarkan, masyarakat Kota Semarang sudah memiliki pengalaman bagaimana menghadapi ancaman penyebaran Covid-19 dengan varian Delta yang datangnya mendadak dan membuat kepanikan luar biasa. Sosialisasi dan penanganan yang cepat dari Pemerintah Kota Semarang dibantu stakeholder dan para tokoh masyarakat, menjadikan sebuah kerjasama yang kolektif, sehingga masyarakat terbangun mentalnya.

Baca Juga:  Pengurus Ikatan Alumni SMAN 1 Kendal 2022-2025 Dikukuhkan, Launching Website Alumni

“Pengalaman menghadapi varian Delta yang lalu menjadi modal bagi masyarakat untuk menghadapi ancaman Omicron saat ini. Artinya, dari persiapan sebenarnya sudah kita lakukan dari semenjak munculnya varian Delta pada saat puncak itu. Maksudnya penanganan di Kota Semarang sudah bagus, didukung dari seluruh stakeholder yang ada, dari tokoh masyarakat, semua bergerak bersama untuk melawan varian Delta saat itu,” kata Pilus, panggilan akrab Kadarlusman.

Pilus juga menggambarkan, bagaimana suasana waktu itu yang sangat luar biasa mencekam. “Karena itulah dari pengalaman itu masyarakat sekarang tidak begitu panik. Karena kalau dihadapi dengan kepanikan pasti akan mengalami kerugian diri kita sendiri,” tuturnya.

Baca Juga:  Satpol PP Kota Semarang Gelar Razia Kos di Sekitar Jalan Lamper

Meski kondisi dan suasananya sudah berbeda, Pilus tetap mengharapkan adanya sosialisasi. Dan Pemerintah Kota Semarang, dalam hal ini Dinas Kesehatan, sudah melakukan sosialisasi terkait ancaman varian Omicron.

“Yang pertama, sosialisasi sudah dilakukan, yang kedua masyarakatnya sudah punya pengalaman, sehingga kesiapan mentalnya tidak seperti pada saat dulu, di mana belum pernah terbayangkan virus itu akan datang tiba-tiba seperti itu dengan dahsyatnya. Dari kesadaran yang dilakukan sekarang ini, dengan pengalaman yang lalu insya Allah sudah menjadikan sebuah kekuatan bersama bagi masyarakat Kota Semarang,” tuturnya.

PPKM Lihat Kondisi

Menurut Pilus, dengan mental tertata atau kesadaran bersama yang disiapkan oleh masyarakat, sudah merupakan antisipasi dini untuk menghadapi ancaman Omicron. Penyebaran Omicron sendiri tidak semasif varian Delta. Omicron muncul karena faktor penyebaran dari TKI atau warga asing yang berkunjung ke Indonesia.

Baca Juga:  MKGR Jawa Tengah Dukung Adies Kadir Kembali Pimpin DPP MKGR

Menyinggung perlunya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Semarang, Pilus menandaskan harus dilihat kondisinya dulu.

“Kita lihat kondisinya, apakah perlu PPKM dengan kelonggaran-kelonggaran, sehingga ada keseimbangan antara kesehatan dan ekonomi. Dan pemerintah sekarang juga sudah mempersiapkan tempat-tempat jika kemungkinan terjadi seperti dulu. Misalnya tempat-tempat karantina, isolasi mandiri, isolasi secara kolektif, dan rumah sakit juga sudah dikerjasamakan untuk mempersiapkan penambahan sarana yang dibutuhkan. Fasilitasnya sudah disiapkan. Tapi mudah-mudahan tidak ada lonjakan, dan (Omicron) berhenti sampai di situ saja,” tandas Pilus. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *