Ketua DP2K Tinjau Pasar Kanjengan

Ketua Dewan Pertimbangan Pembangunan Kota (DP2K) Semarang, Prof Sudharto P Hadi MES PhD, didampingi Sekretaris II DP2K, Dr Adi Ekopriyono MSi, pada Sabtu (2/5) meninjau kompleks Pasar Kanjengan yang mengalami kebakaran pada Rabu (29/4) malam lalu

SEMARANG (Awall.id) – Ketua Dewan Pertimbangan Pembangunan Kota (DP2K) Semarang, Prof Sudharto P Hadi MES PhD, Sabtu lalu (2/5) meninjau kompleks Pasar Kanjengan yang kebakaran, didampingi Sekretaris II DP2K, Dr Adi Ekopriyono MSi.

Mereka melihat secara langsung puing-puing bekas kebakaran dan bercakap-cakap dengan beberapa pedagang. Pada saat itu, beberapa orang mengais-ngais barang-barang yang mungkin masih dapat dimanfaatkan.

Selain menjabat Ketua DP2K, Prof Sudharto adalah Ketua Pembina Yayasan Alumni Universitas Diponegoro (YAU) penyelenggara Universitas Semarang (USM).

Adapun Adi Ekopriyono adalah juga Direktur Pusat Bahasa dan Budaya Universitas Semarang (USM LCC – Language and Culture Center).

Baca Juga:  RSUD Kendal Melesat, Raih Penghargaan Perdana di Ajang Keterbukaan Informasi Publik

Diberitakan media sebelumnya, kebakaran melanda Pasar Kanjengan yang berada di belakang kompleks Pasar Johar, Semarang, Rabu (29/4) malam. Insiden itu menghanguskan ratusan kios dan memicu kepanikan di kawasan sekitar.

Kerugian ditaksir mencapai Rp 2,5 miliar, berdampak pada ratusan pedagang dan puluhan bangunan toko. Pemerintah Kota Semarang menyebut nilai kerusakan sementara masih terus dihitung. Data awal menunjukkan sekitar 220 pedagang kaki lima terdampak dalam kebakaran tersebut.

Baca Juga:  Koalisi Relawan Ade Bhakti Solidkan Langkah Hadapi Pilwakot Semarang

Menurut seorang pedagang, kompleks yang terbakar adalah kios-kios yang dulu menjadi tempat berjualan buah-buahan. Saat ini, yang dijual di tempat itu tidak lagi buah-buahan, tetapi barang-barang kelontong dan beberapa barang kebutuhan lain.

Tempat Sementara

Sudharto menyatakan, dalam situasi ekonomi yang sedang tidak baik-baik saja, pasar Kanjengan yang dihuni pedagang kecil terbakar. Mereka kehilangan tempat berjualan yang menjadi gantungan hidup keluarga.

’’Semoga para pedagang kecil itu mendapat perhatian dengan disediakan tempat berjualan sementara. Diharapkan, ketika tempat yang kebakaran itu dibangun, mereka mendapat prioritas untuk menempati,’’ katanya.

Baca Juga:  Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Semarang Gelar Pelatihan Foto Produk untuk Pelaku UMKM Kelurahan Jomblang

Adi Eko menambahkan, peninjauan dilakukan sebagai langkah kepedulian DP2K dalam memahami dinamika pembangunan kota. Hasilnya dapat menjadi pertimbangan dalam memberikan masukan dan saran kepada wali kota.

”DP2K sebagai mitra pemerintah kota dalam hal pembangunan, demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Kami memberikan masukan dan saran, baik diminta maupun tidak diminta,” katanya.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *