Wisuda 222 Lulusan, Universitas BPD Komitmen Jaga Kualitas Pendidikan

SEMARANG (Awall.id) — Universitas BPD mewisuda 222 lulusan dengan rincian 78 Magister Manajemen, 56 lulusan Akuntansi, dan 88 lulusan Manajemen.
Jumlah tersebut mencerminkan konsistensi kampus dalam menjaga kualitas lulusan di tengah tingginya minat calon mahasiswa baru.
Rektor Universitas BPD Jateng, Prof Sri Tutie Rahayu menyebutkan, jumlah pendaftar tahun ini mencapai hampir seribu orang.
Namun, hanya sekitar 300 mahasiswa yang diterima, menyesuaikan kapasitas serta rasio dosen dan mahasiswa yang menjadi salah satu indikator penting dalam akreditasi.
“Pendaftar sudah cukup banyak, sehingga kita bisa lebih selektif dalam menerima mahasiswa,” tuturnya, Kamis (23/4/2026).
Program studi manajemen menjadi yang paling diminati oleh calon mahasiswa. Tingginya minat tersebut dinilai sebagai indikator kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan di Universitas BPD.
Selain itu, kampus juga terus memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mendukung pengembangan institusi sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan.
“Kerja sama itu sangat penting. Tanpa kolaborasi, arah pengembangan bisa tidak jelas. Sebaliknya, semakin banyak kerja sama, semakin besar pula dukungan yang didapat,” ujarnya.
Tak hanya dengan institusi pendidikan dan industri, Universitas BPD juga menjalin kemitraan dengan media sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan informasi dan membangun engagement dengan masyarakat.
Ke depan, pihaknya berencana terus menghadirkan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat sebagai bentuk keterkaitan antara perguruan tinggi dan publik.
Hal ini dinilai penting untuk meningkatkan kualitas sekaligus eksistensi institusi di tengah persaingan dunia pendidikan.
Adapun pengembangan program studi baru juga terus dilakukan.
Ia mengakui masih perlu upaya lebih untuk memperkenalkan program tersebut, termasuk melalui kolaborasi dengan industri agar tercipta kesesuaian antara kebutuhan dunia kerja dan kurikulum pendidikan.
“Kalau kebutuhan industri dan perguruan tinggi tidak selaras, maka tidak akan terjadi link and match. Karena itu, komunikasi dan kolaborasi harus terus dibangun,” paparnya.
Sementara itu, Direktur Digital dan Bisnis Konsumer Bank Jateng Eko Tri Prasetyo menyampaikan apresiasi kepada para wisudawan dan wisudawati Universitas BPD yang dinilai telah berkontribusi bagi pembangunan di Jawa Tengah, khususnya di sektor perbankan dan industri lainnya.
Ia mengungkapkan, lulusan Universitas BPD telah banyak berkiprah di lingkungan Bank Jateng.
Hingga saat ini, tercatat sekitar 383 alumni kampus tersebut bekerja di Bank Jateng dan menempati berbagai posisi strategis.
“Sebagian dari mereka sudah berada di posisi pimpinan, mulai dari kepala divisi, wakil kepala divisi hingga kepala cabang,” ujarnya.
Menurutnya, para lulusan tersebut telah dibekali dengan kompetensi yang relevan, seperti manajemen risiko, compliance, serta ilmu perbankan, akuntansi, dan keuangan.
Hal ini menjadi modal penting dalam mendukung kinerja di dunia kerja.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri. Sinergi tersebut dinilai mampu menciptakan talenta muda yang siap kerja dan mampu menjawab kebutuhan industri ke depan.
“Kami berharap kolaborasi ini tidak hanya di sektor perbankan, tetapi juga di berbagai industri lain, sehingga talenta muda kita siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” katanya.
Terkait penyerapan tenaga kerja, ia menyebut setiap angkatan lulusan Universitas BPD memiliki peluang untuk bergabung dengan Bank Jateng.
Sekitar 10 hingga 20 orang dari lulusan terbaik berpotensi direkrut setiap tahunnya melalui proses seleksi.
Setelah diterima, para karyawan akan kembali mendapatkan pembekalan dan pengembangan karier secara berjenjang, mulai dari staf hingga posisi pimpinan.



















