Semarang Siap Satukan Stakeholder Lewat Dialog Nasional Makan Bergizi Gratis

Dok. Humas Pemkot Semarang

SEMARANG (Awall.id) – Momentum Hari Jadi ke-479 Kota Semarang dimanfaatkan Pemkot Semarang untuk menghadirkan berbagai kegiatan yang menghadirkan kolaborasi lintas sektor dan lintas negara.

Salah satunya Dialog Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang melibatkan mitra internasional dan ratusan peserta dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Kegiatan ini akan digelar pada tanggal 28–30 April 2026 di Hotel Gumaya Semarang sebagai bagian dari upaya memperkuat implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menyasar kelompok prioritas seperti anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Baca Juga:  Dorong Kualitas Pendidikan, SCU Semarang Cetak Tiga Guru Besar dari Fakultas Berbeda

Dialog Nasional ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga organisasi internasional.

Sejumlah mitra global juga akan terlibat, di antaranya Milan Urban Food Policy Pact (MUFPP), UNICEF, dan WHO.

Sebanyak kurang lebih 200 peserta dijadwalkan hadir, termasuk perwakilan kementerian, pemerintah daerah anggota Pakta Milan, organisasi non-pemerintah, akademisi, pelaku usaha, serta perwakilan penerima manfaat program.

Baca Juga:  Dorong Kaum Milenial Ikut Tangani Stunting, Mbak Ita Launching Melon Mas

Rangkaian kegiatan akan diawali dengan ASEAN Nourish Forum dan welcome dinner pada 28 April 2026, dilanjutkan dengan dialog nasional pada 29 April 2026, serta kunjungan lapangan pada 30 April 2026 ke sejumlah lokasi implementasi program pangan dan gizi di Kota Semarang.

Dalam agenda pembukaan, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng dijadwalkan memberikan sambutan sekaligus menerima penunjukan sebagai bagian dari Steering Committee Milan Urban Food Policy Pact (MUFPP) Regional Asia Pasifik.

Baca Juga:  Dr Supari: USM Punya Visi Jadi Motor Penggerak Inovasi

Melalui kegiatan ini, Kota Semarang menunjukkan perannya sebagai ruang bertemunya berbagai gagasan dan praktik baik, sekaligus mendorong sinergi antara kebijakan pangan, kesehatan, pendidikan, dan penguatan ekonomi lokal.

Dialog Nasional praktik baik MBG juga diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi yang dapat diterapkan di berbagai daerah serta memperkuat kolaborasi antar pihak dalam mendukung peningkatan gizi masyarakat secara berkelanjutan.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *