KONI Jateng Akhiri Kepemimpinan dengan Peluncuran Buku Warisan Kepengurusan
SEMARANG (Awall.id) – Di penghujung masa jabatan 2021–2025, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah menandai akhir perjalanan organisasinya dengan cara berbeda: meluncurkan sebuah buku yang merekam capaian, strategi, dan semangat kolektif yang telah membawa olahraga Jateng pada puncak prestasi.
Dalam konferensi pers di Kantor KONI Jateng, Senin (21/7), Ketua Umum KONI Jateng, Bona Ventura Sulistiana, mengungkapkan buku ini dirancang sebagai catatan sejarah sekaligus rujukan penting bagi para pengurus baru.
“Kami ingin meninggalkan legasi yang baik. Karena baru kali ini, prestasi Jawa Tengah di PON bisa membanggakan,” ujar Bona.
Buku bertajuk Dengan HATI Meraih Prestasi ini menyoroti bagaimana prinsip HATI (Harmoni, Akuntabilitas, Transparansi, dan Integritas) menjadi dasar dalam membangun tata kelola KONI yang modern dan bertanggung jawab. Di bawah kepemimpinan Bona, pola kerja berbasis kolaborasi antarbidang menghasilkan prestasi gemilang sekaligus memperkuat kultur organisasi.
“Bonus untuk 71 atlet peraih medali emas sudah diberikan. Itu bentuk nyata komitmen kami,” jelasnya.
Tak hanya fokus pada hasil pertandingan, kepengurusan ini juga menaruh perhatian besar pada aspek akademik dan profesionalitas. Kehadiran beberapa guru besar dari lingkungan KONI Jateng dianggap sebagai pencapaian nonteknis yang penting.
“Ini bukti bahwa harmoni bisa melahirkan hal-hal besar,” imbuh Bona.
Dari sisi tata kelola, KONI Jateng juga menerapkan prinsip transparansi yang konkret. Salah satunya melalui keterlibatan tim verifikasi independen serta penolakan tegas terhadap praktik cashback dari vendor.
Buku yang akan dicetak dalam jumlah terbatas, yakni 300–350 eksemplar ini, ditujukan kepada para pemangku kepentingan olahraga, termasuk DPRD Provinsi, sebagai bentuk akuntabilitas KONI terhadap publik.
Sekretaris Umum KONI Jateng, Achmad Ris Ediyanto, menuturkan bahwa buku tersebut terdiri dari enam bab, dan salah satunya fokus pada peran media dalam mendukung ekosistem olahraga.
“Di masa kepemimpinan ini, Jateng meraih 71 emas, 74 perak, dan 116 perunggu. Ini adalah capaian medali terbanyak sepanjang sejarah PON,” ungkapnya.
Dokumentasi dalam buku itu, lanjut Achmad, tak hanya mencatat angka-angka, melainkan juga dinamika internal, semangat kolektif, dan strategi yang menjadi fondasi prestasi.
“Kami ingin capaian ini bukan sekadar angka, tapi menjadi sumber semangat untuk terus memajukan olahraga Jawa Tengah,” tandasnya.
Dengan peluncuran buku ini, KONI Jateng menutup masa bakti dengan pesan kuat: bahwa keberhasilan olahraga bukan hanya soal kemenangan di arena, tetapi juga hasil dari tata kelola yang jujur, harmonis, dan visioner.



















