Kisah Pahit di Balik ‘Asmalibrasi’: Fanny Soegi Ungkap Ketidakadilan Royalti yang Menyakitkan

SEMARANG (Awall.id) – Fanny Soegi, mantan vokalis dari band Soegibornean, baru-baru ini mengungkapkan sebuah kisah yang mengejutkan mengenai ketidakadilan royalti dalam industri musik.

Dalam cuitanya di X, ia mengungkapkan pernyataan yang penuh emosi dan kekecewaan, Fanny menceritakan bagaimana hak-hak pencipta lagu, khususnya untuk hit besar mereka, “Asmalibrasi,” tidak mendapatkan pembagian yang adil.

Menurut Fanny, ketidakadilan ini sangat mencolok. Ia mengungkapkan bahwa orang-orang yang sebenarnya tidak memiliki hak atas royalti tersebut, dengan mudahnya mampu menguntungkan pribadinya sendiri.

Baca Juga:  Antusiasme Tinggi Peserta Lomba Mewarnai Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta dalam Merayakan Kemerdekaan

” Orang-orang yang nggak berhak bisa membeli 2 mobil sekaligus, gitar mahal, foya2,” ujar Fanny, dikutip dari akun X nya @Fannysoegi.

Sementara itu, Fanny sendiri, sebagai salah satu pencipta lagu, harus hidup dalam kondisi yang jauh dari layak.

” Sedangkan saya pencipta lagu Asmalibrasi masih ngontrak di jogja, mana atapnya jebol lagi,” ungkap Fanny.

Cerita Fanny Soegi ini mengungkapkan sebuah realita kelam di balik gemerlap dunia musik.

Baca Juga:  Jelang Nataru, Badan POM Intensifikasi Pengawasan Pangan Olahan

Dia menyoroti bahwa meskipun industri musik sering kali dipandang sebagai dunia yang glamor dan penuh kesuksesan, di balik layar terdapat ketidakadilan yang serius.

Pencipta lagu, yang merupakan inti dari industri musik, sering kali tidak mendapatkan penghargaan dan imbalan yang layak atas karya-karya mereka.

Pengakuan Fanny Soegi ini segera mendapatkan perhatian dari banyak kalangan, mulai dari penggemar musik hingga pelaku industri.

Baca Juga:  Mbak Ita akan Permudah Transaksi Pelayanan Pemkot Semarang dengan Sistem Digital

Kisah ini juga menggarisbawahi pentingnya transparansi dan keadilan dalam industri musik, serta perlunya dukungan yang lebih besar untuk para pencipta lagu yang sering kali berada di belakang layar, menciptakan karya-karya yang menghibur dan menginspirasi jutaan orang.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *