Akupunturis Direkomendasi Masuk Kontingen PON Jateng
SEMARANG (Awall.id) – Para manajer cabang olahraga kontingen PON Jawa Tengah merekomendasikan agar akupunturis masuk dalam Tim Kesehatan.
Hal itu disampaikan Yuswo Supadmo, dalam gelaran workshop “Peran Akupuntur dalam Meningkatkan Stamina dan Prestasi Atlet dalam rangka Menghadapi PON XXI/2024 Aceh – Sumut” kepada Sekum KONI Jawa Tengah Ahmad Ris Ediyanto di Kantor KONI Jateng, Kamis (15/8/2024).
Dalam laporannya, Wakabid Kesehatan KONI Jateng dr Suhardiono selaku ketuas panitia menyebut akupuntur dapat memacu prestasi atlet tanpa meninggalkan sisa di tubuh yang bisa ditemukan seperti doping.
Acara dibuka oleh Ketua Umum KONI Jateng Bona Ventura Sulistiana. Hadir pula Wakil Ketua II Soedjatmiko, Bendahara Prasetyo Budi Yuwono, dan Kabid Pembinaan Rumini serta wakilnya Budi Leksono.
Selaku pemateri dr Muhammad Anis (RSUD Adyatma Semarang) dan dr Purwita Andaryani (RSUD Wongsonegoro Semarang). Dr Anis lebih banyak memaparkan sejarah dari akupuntur sebagai alat kesehatan.
Adapun dr Purwita Andaryani, yang lebih dikenal dengan panggilan dr Poppy memaparkan manfaat dari akupuntur terhadap olahraga.
Dia pun memberi tiga kesimpulan dari paparannya:
Pertama, akupuntur meningkatkan performa fisik atlet melalui pengaruh pada organ dan sistem tubun.
Kedua, merangsang titik-titik akupuntur memberikan manfaat holistik bagi atlet. Ketiga, mendukung peningkatan kekuatan, daya tahan, pemulihan cedera, pengelolaan stres, dan kesinambungan hormon-hormon serta enzim tubuh.
Setelah paparan, dilanjutkan tanya jawab dan praktik akupuntur. Beberapa peserta menjadi obyek sekaligus mendapat perawatan kesehatan akupuntur.
Pengurus KONI di antaranya Ahmad Ris Ediyanto, Prasetyo, Budi Leksono dan Darjo Soyat mencoba terafi tersebut.
Rupanya para manajer merasakan langsung manfaat tusuk jarum.



















