Dituduh Projo akan Pecah Belah Jokowi-Prabowo, PDIP Membatah

Sekjen PDI-P, Hasti Kristiyanto
Sekjen PDI-P, Hasti Kristiyanto

ENDE (Awall.id) – Pernyataan organisasi Pro Joko Widodo (Projo) yang menyebut PDI-P ingin memisahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan presiden terpilih Prabowo Subianto, mendapat tanggapan Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto.

Hasto justru menuding balik bahwa Projo tidak memahami partai politik, sehingga menuduh PDI-P ingin memisahkan Jokowi dan Prabowo.

“Ya Projo kan bukan partai, jadi kami enggak pernah menerapkan hal-hal tersebut,” kata Hasto ditemui di Taman Perenungan Bung Karno, Ende, NTT, Sabtu (1/6/2024).

Baca Juga:  Masyarakat Natumingka Toba Tolak Damai dengan TPL Sebelum Tanah Adat Kembali

Hasto menegaskan, partainya berpijak pada dua hal, yakni hukum dan demokrasi, sehingga ia menolak tudingan Projo yang menyebut PDI-P ingin memisahkan Jokowi dan Prabowo.

“Kami ini tegak lurus pada jalan hukum, pada jalan demokrasi,” ucap Hasto.

Diberitakan sebelumnya, Bendahara Umum Projo Panel Barus menuding PDI-P ingin memisahkan Jokowi dan Prabowo berkaca dari pidato Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri saat membuka Rakernas PDI-P pada pekan lalu.

Baca Juga:  Dies Natalis UNDIP ke-68: UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat di Mata Mereka

Panel menilai, pidato yang disampaikan Megawati banyak berisi serangan kepada Jokowi.

“Kalau dalam bahasa saya dalam Rakernas V kemarin kan, PDI-P memainkan taktik belah bambu begitu,” kata Panel di Kantor DPP Projo, Pancoran, Jakarta, Jumat (31/5/2024).

“Kita menduga ada upaya untuk memisahkan Pak Jokowi dengan Pak Prabowo,” ujar Panel.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *