Kejaksaan Negeri Pangkajene Kepulauan Tuntaskan Kasus Korupsi Pengadaan CCTV di Kabupaten Pangkep

PANGKAJENE (Awall.id) – Kejaksaan Negeri Pangkajene Kepulauan berhasil menuntaskan kasus dugaan korupsi dalam pengadaan dan pemasangan Closed-Circuit Television (CCTV) di 30 kelurahan Kabupaten Pangkep pada tahun anggaran 2022/2023. Kasus ini telah menyeret dua tersangka utama, yakni Sdr. WPP, Kabag Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Pangkep, dan Sdr. SF, seorang pihak swasta. Hal ini disampaikan oleh Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Pangkajene, Sulfikar dalam keterangan tertulis, Jumat (15/3).

Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan oleh Tim Penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Pangkep, kedua tersangka telah diangkat statusnya menjadi tersangka setelah memeriksa puluhan saksi dan menemukan bukti yang cukup kuat. Mereka diduga terlibat dalam serangkaian tindakan yang merugikan keuangan negara dalam proyek pengadaan CCTV tersebut.

Menurut informasi yang diungkapkan dalam konferensi pers yang diselenggarakan oleh Kejaksaan Negeri Pangkajene Kepulauan, perbuatan kedua tersangka meliputi pembentukan tim untuk mengambil alih pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh kelompok masyarakat. Mereka meminta anggaran sebesar Rp. 150.000.000,- dari 30 lurah untuk pekerjaan tersebut tanpa perencanaan yang jelas.

Selain itu, mereka juga diduga melakukan praktik mark up dalam anggaran proyek serta melakukan rekayasa laporan pertanggungjawaban, seolah-olah kegiatan tersebut dilaksanakan oleh kelompok masyarakat. Akibat perbuatan tersebut, diperkirakan kerugian keuangan negara mencapai Rp. 1.000.000.000,-.

“Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan sangkaan pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No.20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP. Ancaman pidana yang dihadapi mencakup hukuman penjara seumur hidup atau penjara minimal 1 tahun dan maksimal 20 tahun, serta denda antara Rp. 50.000.000,- hingga Rp. 1.000.000.000,-.” ucap Sulfikar

Untuk memastikan kelancaran proses penyidikan serta mencegah kemungkinan penghilangan barang bukti, kedua tersangka ditahan sejak tanggal 15 Maret 2024 hingga 20 hari ke depan di Rutan Klas II B Pangkep.

Kejaksaan Negeri Pangkajene Kepulauan juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak terpedaya oleh pihak-pihak yang mengaku sebagai calo atau meminta uang atas nama lembaga tersebut.

 

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *