Vitrovius Erectus Luncurkan Mini Album, Usung Genre Pop Rock 90’an

SEMARANG (Awall.id) – Vitrovius Erectus band meluncurkan mini album dengan mengusung genre musik pop rock era 90′ an bernuansa religi percintaan.

Vitrovius Erectus band beranggotakan empat personil ini digawangi oleh Galih Putra Wibisono pada vokal, Cahyo Purnomo pada drum, , Anandita Indrayana bass, dan Klodi Kurnia Tanjung sebagai pemantik gitar.

Klodi Tanjung menjelaskan Vitrovius Erectus berdiri sejak 2010 silam. Namun, seiring waktu band tersebut sempat vakum. Barulah di tahun 2020, keempat perosnil berkumpul kembali dan ingin menuntaskan apa yang dimulainya.

“Pada tahun 2010 itu kan masih masih kuliah dan teman teman juga sibuk sendiri. Kemudian disusul Pandemi, malah teman-teman pada kumpul ingin menyelesaikan yang sudah dimulai,” ujar Klodi Kurnia saat ditemui, Selasa (30/1/2024).

Lebih lanjut dirinya membeberkan di tahun 2020, Vitrovius Erectus terus menggeber materinya dan sampai akhirnya, mereka melaunching mini album berisi enam lagu pada akhir tahun 2023.

Dalam mini album tersebut, sambungnya, berisikan 6 materi masing-masing berjudul Lonely, Kamaratih, Ku panggil namamu, Ruwah, Malam abadi, Yang kurindu.

“Andalan kami tiga, Yang Kurindu, Kamaratih, Lonely. Sekarang yang hits itu ya Lonely. Lagu Yang Kurindu itu sebenernya hanya sebuah perayaan berkumpulnya kita kembali. Di usia yg di atas 30 an. Dengan rasa kayak waktu SMP jadi meringkas waktu yang sudah lampau,” bebernya.

Disisi lain, dirinya menuturkan bahwa nama Vitrovius Erectus diambil dari nama Mons Vitruvius, sebuah gunung di Bulan.

Lirik yang ditulis tidak melulu bertutur menyoalkan jatuh cinta. Patah hati, tentang memori sebuah kenangan dan rasa kehilangan pada seseorang juga masuk. Kemudian, musik tersebut dikemas dalam genre pop rock era 90′ an.

“Rencana mau bikin album 10 lagu. Ini lagi tak godog materinya. Target launching albumnya di April tahun ini. Masih tetap genrenya pop rock 90 an. Sasarannya usia 25-40 an,” tuturnya.

Dia juga menambahkan perkembangan musik di Kota Semarang terus tumbuh subur. Meski masih pentas lingkup Jawa Tengah, ia akan terus melebarkan ke wilayah lain.

Bahkan, dirinya menambahkan telah mempersiapkan personil baru, untuk karya solo album tersebut. Nantinya juga mengangkat kritik sosial di masyarakat.

“Saya berharap band ini tumbuh sesuai passionnya masing masing di personel baru. Format ini kan format solo saya dalam bentuk band. Kami akan terus mencari have fun berkarya tetap produktif dan pikiran tetap jalan,” pungkasnya.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *