Kunker Jokowi ke Daerah Disebut Membuntuti Agenda Kampanye Ganjar, Pihak Istana Beri Bantahan

JAKARTA (Awall.id) – Akhir-akhir ini muncul anggapan bahwa kunjungan kerja (kunker) Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke sejumlah daerah yang dilakukan belakangan ini untuk ‘membuntuti’ agenda kampanye Ganjar Pranowo.
Terkait hal itu, Koordinator Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana, membantah sekaligus menegaskan bahwa agenda kunker Jokowi tak memilih momen-momen tertentu.
“Kunker ‘blusukan ke daerah’ ini sudah dilakukan Presiden Jokowi sejak tahun 2014 hingga saat ini. Tidak memilih momen-momen tertentu, tidak hanya pada musim pemilu saja,” kata Ari seperti dikutip dari CNNIndonesia.com, Rabu (6/12).
Ari menjelaskan, kunker Presiden sudah terjadwal jauh hari. Ia menepis apabila kunker Jokowi di daerah Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sama dengan lokasi kampanye Ganjar adalah kesengajaan.
“Jadwal kunker Presiden sudah direncanakan jauh-jauh hari, terkait lokasi, waktu, dan juga agenda acaranya. Presiden tidak hanya mengunjungi Papua dan NTT, tapi juga daerah-daerah lain. Bahkan juga kunjungan ke luar negeri,” kata dia.
Ari melanjutkan, Jokowi tidak hanya sekali bertolak ke NTT dan Papua untuk kunker. Bahkan menurutnya, Jokowi berkunjung ke kabupaten yang belum pernah dikunjungi oleh presiden-presiden Indonesia sebelumnya.
Jokowi, kata dia, selama menjabat telah mengunjungi berbagai pelosok negeri. Mulai dari daerah tertinggal, terpencil, dan terdepan (3T) hingga kawasan perbatasan dan terisolir, dengan agenda yang beragam.
“Mulai dari peresmian program atau Proyek Strategis Nasional (PSN), monitoring program-program prioritas, pembagian bantuan, dan sebagainya,” ujar dia.
Jokowi sempat kunker ke Kabupaten Biak, Papua pada 22 November lalu. Ganjar sebelumnya juga sempat ke sejumlah lokasi di Papua mulai 20-21 November.
Memasuki hari ketiga kampanye pada 1 Desember, Ganjar melanjutkan safari politik ke beberapa lokasi di NTT. Tiga hari setelahnya, Presiden juga terbang ke NTT. Dalam kunjungan itu Jokowi ditemani istrinya, Iriana.
Terpisah, Ganjar saat ditemui di sela agenda kampanye di Palu, Sulawesi Tengah, Senin (4/12) mengaku tidak mempersoalkan agenda Presiden yang sama dengan lokasi yang pernah ia datangi untuk kampanye.
“Pak Jokowi Presiden, Pak Jokowi bisa ke manapun untuk kepentingan apapun. Saya selalu menghormati ya, enggak apa-apa,” kata Ganjar.
Mantan Gubernur Jawa Tengah itu juga tidak takut apabila kedatangan Jokowi itu akan ‘menyapu’ potensi suaranya seperti di Papua dan NTT.




















