Jawab Tudingan Bahlil Soal IKN, Anies: Jangan Paksa Investor

JAKARTA (Awall id) – Pemerintah tidak perlu memaksa investor masuk menanamkan modalnya di Ibu Kota Negara IKN, karena investor memiliki mekanismenya sendiri untuk berinvestasi.
Hal itu disampaikan calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan menanggapi tudingan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, yang menyebut investor ragu menanam modal di IKN.
‘Menurut saya jangan dipaksa investor itu. Biarkan investor itu mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan komersial, bukan pertimbangan politik,” ujar Anies saat ditemui di Bandar Lampung.
Anies mengatakan, investor berpikir secara objektif dan menggunakan studi kelayakan setiap berinvestasi.
Ia juga menyebut, investor memutuskan investasinya berdasarkan pertimbangan komersial.
“Kalau secara komersial layak, ya pasti dia mau kerjakan. Kalau secara komersial tidak layak, ya dia harus dipaksa,” ucapnya.
Sebelumnya, Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, menyebut banyak investor yang mulai meragukan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Sebabnya, ada calon presiden (capres) peserta Pemilu 2024 yang mengkritik pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur itu.
“Sekarang kan banyak investor yang mulai nanya, mulai ada keraguan. Karena ada beberapa capres yang menyampaikan visi dan misinya itu melahirkan keraguan bagi investor,” kata Bahlil di acara peresmian Media Center Indonesia Maju di kawasan Menteng, Jakarta, Senin (4/12/2023).
Bahlil sendiri tidak menyebut siapa sosok capres yang dia maksud.



















