Hadiri Grobogan Bersholawat, Wagub Apresiasi Kekompakan Warga Jateng

GROBOGAN (Awall.id) – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, mengapresiasi masyarakat Jawa Tengah yang selalu kompak dan senantiasa bersama. Sehingga Jawa Tengah semakin aman maju, dan pertumbuhan ekonomi terus meningkat. Ia berharap, kondisi tersebut terus berlangsung meskipun pemimpin Jateng telah berganti.

“Saya merasa kenikmatan, yaitu panjenengan bisa kompak untuk membangun Jateng, bisa bersama-sama membuat Jateng kondusif. Sehingga alhamdulillah pertumbuhan ekonomi Jateng semakin tahun semakin naik dan banyak investor yang datang ke Jateng,” ujar wagub di sela acara Grobogan Bersholawat di Alun-alun Purwodadi, Selasa (29/8/2023).

Selain aman dan banyak investor masuk Jateng, beragam program yang dicanangkan Pemprov Jateng telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Salah satunya program di bidang keagamaan, seperti pemberian insentif kepada guru agama, bisyarah atau hadiah bagi hafid dan hafizah atau penghafal Al-Qur’an 30 juz, serta penyelenggaraan “Jateng Bersholawat” di berbagai daerah.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, saya bangga kepada panjenengan semua, saya bangga kepada masyarakat Jawa Tengah, saya merasakan setelah panjenengan maringi (memberikan) amanah, kepercayaan kepada saya bersama Mas Ganjar memimpin Jateng selama satu periode.,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Taj Yasin yang hadir bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, menyampaikan terima kasih dan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Jateng, termasuk warga Grobogan. Hal itu terkait dengan masa jabatan Taj Yasin sebagai wakil gubernur Jateng yang akan berakhir pada 5 September 2023.

“Kepada masyarakat Jateng, khususnya masyarakat Grobogan kulo ngaturaken pamitan (saya menyampaikan pamitan) kepada semuanya. Saya berharap semua ikhlas mendoakan dan memaafkan saya yang selama lima tahun memimpin Jateng pasti banyak kesalahan,” harap wagub.

Sementara itu, Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf mengatakan Jateng Bersalawat menjadikan Jateng sejuk. Yaitu antara umaro, ulama, tokoh masyarakat, dan masyarakat berkumpul dan duduk bersama melantunkan salawat sekaligus mengumandangkan lagu-lagu kebangsaan Indonesia.

“Diharapkan pemimpin-pemimpin yang menggantikan beliau-beliau adalah orang-orang yang senang bershalawat. Jateng bersholawat belum pernah ada sebelumnya, yang ada ya selama dua periode terakhir,” katanya.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *