Wahid Foundation Latih Pendamping Korban Kekerasan Seksual di Tipes Surakarta

SURAKARTA (Awal.id) – Wahid Foundation kembali melakukan workshop pencegahan Kekerasan Berbasis Gender dan Tindak Pidana Kekerasan Seksual dengan brainstorming terkait Gender dan Seks.

Workshop yang dijalankan melalui program WISE A2J tersebut disampaikan oleh tim fasilitator dari LRC-KJHAM Swmarang.

Direktur pelaksana, M Fanani menjelaskan bahwa kegiatan yang dilangsungkan di Kelurahan Tipes Surakarta itu dibawakan oleh tim fasilitator dengan mengajak peserta nonton bareng film “Impossible Dream” dan kemudian sesi umpan balik atas film tersebut.

Baca Juga:  Wahid Foundation Dorong Warga Jetis dalam Menangani Kasus Kekerasan Berbasis Seksual

“Forum diserahkan ke Fasilitator dari dengan perkenalan dan menyampaikan motivasi, dilanjutkan dengan kontrak belajar dan alur selama Pelatihan,” ujarnya, Selasa (23/5/2023) lalu.

Kemudian pada esi ke 2 tentang Mekanisme 4 Pilar (Pencegahan, Pendampingan, Pemulihan dan Pemantauan) dengan metode diskusi kelompok untuk pemetaan atas peran dan fungsi yang telah dilakukan selama ini saat merespon kasus yang terjadi.

“Sesi ini disambung dengan sesi berikutnya terkait dengan mekanisme monitoring dan pelaporan atas kasus-kasus KBG (Kekerasan Berbasis Gender) dan TPKS (Tindak Pidana Kekerasan Seksual) yang terjadi,” tambah Fanani.

Baca Juga:  Yayasan Almapara Pemalang Selenggarakan Musyawarah Pengurus

Berangkat dari 4 Pilar tersebut, fasilitator Kembali mengajak peserta untuk diskusi kelompok terkait dengan materi UU No. 2 tahun 2022 tentang TPKS. Presentasi diskusi kelompok ini menggunakan metode coffee shop.

Yang menaril dari workshop kali ini adalah materi terkait sesi penguatan prinsip, kode etik, dan teknik dasar bagi pendamping dengan menggunakan metode role play atas sebuah kronologi kasus.

“Usai seluruh peserta menyelesaikan role play sesuai dengan peran masing-masing, fasilitator mengajak peserta untuk merefleksikan role play tersebut,” jelas Fanani.

Baca Juga:  Gus Yaqut: PBNU Netral, Ansor Ikut Ketua Umumnya

Kemudian sesi dilanjutkan dengan materi tentang advokasi kebijakan dan presentasi terkait keberadaan WCC (Women Crissis Centre) Kelurahan Tipes untuk mendapatkan review sekaligus feedback dari fasilitator/tim LRC-KJHAM.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *