Rayakan Ultah Kedua, Aplikasi Libas Sudah Diunduh 136 Ribu Warga Kota Semarang

SEMARANG (Awal.id) – Aplikasi Polisi Hebat Semarang (Libas) merayakan ulang tahun yang kedua, Rabu (10/5/2023).

Dengan usia yang sudah dua tahun tersebut 136 ribu warga Kota Semarang tercatat sudah mendownload program inovatif digital yang diproduksi oleh Polrestabes Semarang ini.

Dalam perayaan tersebut, juga ditandai dengan launching dan bedah buku “Libas Pelayanan Polisi Dalam Genggaman (Jejak Inovatif Kombes Pol Irwan Anwar)”.

Diketahui, Aplikasi Libas diluncurkan dan diperkenalkan oleh masyarakat tepatnya pada 8 Mei 2021 atau tepatnya saat Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar baru memimpin Polrestabes Semarang selama empat bulan.

Kombes Pol Irwan Anwar menjelaskan terbitnya aplikasi Libas yaitu tertingginya angka kejahatan di Kota Semarang dibanding daerah lainnya di Jawa Tengah.

Berdasarkan data, dalam pertengahan tahun 2020, dari 9.615 aksi kejahatan di Jateng, yang terbanyak berasal dari Kota Semarang yakni 1.554 kasus.

“Dan setelah launchingnya aplikasi Libas, Kota Semarang adalah kota besar di Indonesia yang memiliki angka kejahatan terendah dibanding kota besar lainnya di nusantara. Di aplikasi pelayanan masyarakat ini, terdapat sejumlah fitur untuk membantu penggunanya untuk mengatasi masalah yang membutuhkan penanganan pihak kepolisian,” ungkap Irwan saat perayaan launching dua tahun aplikasi Libas di Mapolrestabes Semarang, Rabu (10/5/2023).

Baca Juga:  Cek Kesiapan Akhir Pemilu 2024, Golkar Jateng Gelar Rapat Koordinasi Teknis Bapilu dan BSN Partai Golkar Jateng

Irwan menyebut fasilitas gratis yang bisa didapat dari aplikasi itu mulai dari melaporkan gangguan ketertiban masyarakat, aksi kejahatan dan kegiatan masyarakat.

“Aplikasi Libas disiapkan oleh Polrestabes Semarang untuk memudahkan komunikasi antara masyarakat dengan kepolisian Polrestabes Semarang,” ujar Irwan.

Irwan mengatakan, program ini diluncurkan untuk mewujudkan implementasi pelayanan publik yang terintegrasi. Sejumlah fitur di aplikasi Libas sangat membantu masyarakat untuk mendapatkan pelayanan dari Polrestabes Semarang.

“Ada pelayanan publik lokal provinsi, pelayanan publik lokal inisiasi Pemkot Semarang, hingga pelayanan publik lokal inisiasi Polrestabes Semarang,” jelasnya.

Melalui Presisi Command Center Polrestabes Semarang, aplikasi Libas juga bisa memantau aktivitas para personel dan kendaraan dinas.

“Ada juga panic button untuk pengguna yang membutuhkan pelayanan darurat, layanan Polri 110 dan layanan Tim Tebas,” tuturnya.

Baca Juga:  Pj Gubernur Jateng Yakin TNI Mampu Kawal Pemilu-Pilkada dengan Aman

Kentongan Digital

Lebih lanjut Irwan juga memaparkan saat ini ada fitur terbaru di aplikasi Libas yaitu Kenita (Kentongan Digital Kota Semarang). Layanan ini bisa digunakan oleh pengguna untuk melaporkan kejahatan dan non-kejahatan di lingkup rukun tetangga (RT).

“Misal ada pencurian kemudian dikirimkan nanti informsi soal kejahatan akan langsung masuk ke command center. Jadi karena namanya berbasis RT tadi sinyal bukan hanya masuk ke polisi tapi masuk juga ke masyarakat yang sudah mendownload aplikasi itu,” pungkasnya.

Sementara, Sekda Kota Semarang, Iswar Aminuddin mengucapkan banyak terima kasih kepada Polrestabes Semarang atas kontribusinya dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Semarang.

“Selamat ulang tahun untuk Polisi Hebat Semarang atau Libas. Kami berterima kasih atas kontribusinya selama ini,” katanya.

Iswar lalu melanjutkan bahwa dalam peraturan perundang-undangan masyarakat pada UU No 5 tahun 2014 tentang aparat instutisi negara terdapat poin penting. Isi dari poin tersebut adalah sebagai penyelanggara kebijakan publik kuncinya adalah kolaborasi dan adaptasi.

Baca Juga:  Dalami Hilirisasi Hasil Produk Penelitian, Tim Peneliti USM Kunjungi PT Zara Propertifarm Indonesia di Bogor

“Hal itu pun sudah dilakukan oleh Polrestabes Semarang. Pak Irwan sebagai Kapolres masuk langsung membuat aplikasi Libas, baru dua tahun sudah meningkat muncul fitur Kentongan Digital atau Kenita,” katanya.

Artinya menurut Iswar ini merupakan bentuk adaptasi dan kolaborasi yang dilakukan oleh Polrestabes Semarang. Dia harap energi positif ini bisa terus dilanjutkan dan ada kerja sama yang jelas juga bersama Pemerintah Kota Semarang.

“Kalau ada kerja sama yang jelas kita bisa saling bersinergi dan saling membantu agar segalanya bisa semakin baik dan Semarang semakin hebat,” imbuhnya.

Dalam bedah buku ini diikuti oleh Dr Triyono Lukmantoro selaku Dosen Departemen Ilmu Komunikasi FISIP Undip, Dekan Fakultas Hukum Unnes, Dr Rodiyah, dan Beno Siang Pamungkas sebagai Jurnalis Penasehat FWPJT. Kegiatan ini ditandai dengan penyerahan buku kepada Sekda Kota Semarang, Iswar Aminuddin. Buku yang disusun Ilham Anwar ini memiliki ketebalan 116 lembar.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *