Wali Kota Hevearita Prihatin Gajah Semarang Zoo Mati

SEMARANG (Awal.id) – Walikota Semarang, Hevearita G. Rahayu turut prihatin atas kematian gajah di kebun binatang Semarang Zoo. Pihaknya, sudah mendapat informasi dari direktur PT Taman Satwa atau Semarang Zoo terkait kondisi gajah sekar. Informasi yang ia dapatkan gajah itu mati karena sakit.
“Dua malam yang lalu saya sudah dikontak sama Direktur Taman Satwa, gajah yang namanya Sekar mati. Katanya sakit maag,” katanya.
Informasi yang ia terima, gajah sekar enggan makan karena sakit gigi hingga menyebabkan sakit maag.
Ita memastikan, kematian gajah tidak disebabkan karena mengalami kekurangan nutrisi ataupun kekurangan tenaga medis. Pasalnya, BUMD milik Pemkot Semarang tersebut sudsh memiliki dokter tersendiri.
Saat Gajah Sekar diketahui sakit, pihak Semarang Zoo juga langsung mendatangkan dokter dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Saat ini, pihaknya menunggu hasil autopsi dari BKSDA.
“Tinggal menunggu hasil autopsinya, tapi memang umurnya sudah tua, 67 tahun. Seminggu katanya hasil autopsinya. Kita tunggy apa penyebab sebenarnya,” jelasnya
Semarang Zoo saat ini tengah mencari pengganti usai gajah betina yang bernama Sekar mati.
Direktur Semarang Zoo, Khoirul Awaludin mengatakan, jauh hari sebelum kematian Sekar, pengelola sebenarnya sudah berusaha mencari pengganti yang berusia lebih muda. Pasalnya, gajah sekar sudah berusia 67 tahun. Namun, diakuinya, tidak mudah mencari gajah untuk dipasangkan dengan gajah jantan Semarang Zoo yakni Guntur.
“Setahun lalu sudah rencakan itu. Kami komunikasi dengan lembaga konservasi lain, seperti dari Solo, Bali, bahkan Sumatera. Tapi memang proses untuk mendapatkan satwa gajah agak sulit,’’ terangnya.
Meski demikian, pihaknya akan terus berupaya mencari pengganti untuk mengisi Taman Satwa Semarang menjadi lebih baik.
“Kami berusaha mencari pasangan untuk Guntur, gajah jantan yang saat ini berusia 48 tahun,’’ katanya.



















