Ferry Sebut CJIBF 2022 Jadi Peluang untuk Tarik Investor Sebanyak-banyak di Jateng
SEMARANG (Awal.id) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) kembali akan menggelar Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2022 pada 9-10 November mendatang. Ajang yang digelar secara hybrid itu akan menawarkan 80 peluang investasi kepada investor domistik maupun asing yang ingin menanamkan modalnya di berbagai sektor usaha di wilayah Jateng.
Event CJIBF ini memang menjadi kalender tetap Pemprov Jateng sebagai sarana mempromosikan potensi dan peluang investasi serta aset daerah kepada masyarakat luas. Kegiatan ini juga menjadi ajang pertemuan langsung antara kepala daerah (bupati/wali kota) dan para investor. Selanjutnya, Pemprov Jateng akan memfasilitasi para investor yang berminat untuk menanamkam modalnya.
Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono menilai CJIBF merupakan wadah dan peluang bagi pemerintah, swasta, dan investor, baik domistik maupun asing, untuk mengembangkan sayap bisnisnya di Jawa Tengah.
Menurut Ferry, kesempatan ini harus bisa dimaksimalkan para pelaku bisnis untuk menjajaki dan menangkap peluang bisnis yang sesuai dengan program pengembangan usaha di perusahaan.
“Manfaat peluang ini untuk menarik investor sebanyak-banyaknya di Jateng. Kita harus bisa menyakinkan para investor, bahwa berinvestasi di Jateng sangat menjanjikan dan menguntungkan,” kata Ferry di Semarang, Rabu (2/11).
Politikus asal Partai Golkar ini mengungkapkan iklim berinvestasi di Jateng cukup menjanjikan keuntungan bagi para investor. Pasalnya, Jateng didukung oleh iklim investasi yang kondusif, mulai dari pertumbuhan ekonomi yang baik, peningkatan infrastruktur, upah yang kompetitif, dan kemudahan perizinan.
Di sisi lain, lanjut Ferry, sisi budaya dan masyarakatnya yang cenderung sopan, sederhana, setia, dan rajin, bisa menjadi peluang untuk calon investor menanamkan modalnya di Jawa Tengah.

Soal upah minimun kabupaten/kota (UMK) di Jateng, menurut Ferry, juga dapat memberi keuntungan tersendiri bagi calon Investor. Data tahun 2022, UMK terendah sebesar Rp 1.819.000 (Kabupaten Banjarnegara) dan tertinggi Rp 2.835.000. (Kota Semarang).
“Infrastruktur di Jawa Tengah juga mendukung untuk berinvestasi. Ada sejumlah infrastruktur yang saat pendukung para investor untuk menanamkan modalnya di Jateng,” ujar Ferry.
Anggota legislatif asal daerah pemilihan Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Purbalingga dan Kabupaten Kebumen ini menyebut ada enam infrastruktur yang siap mendukung investasi di Jateng, yakni pelabuhan, jalan tol, ketenagalistrikan, kawasan industri, bandara dan jalan kereta.
Ferry merinci dua pelabuhan internasional yang dimiliki Jateng, jalan tol sepanjang 300,090 km, tenaga listrik sebesar 7.303,97 MV, 6 kawasan industri dan 1 kawasan ekonomi khusus, 2 bandara Internasional (Ahmad Yani Semarang dan Adisumarmo Solo) serta jalur kereta api sepanjang 1,557 km siap memberikan dukungan bagi kelancaran usaha di wilayah ini.
“Beradaan fasilitas tersebut menjadi jaminan terhadap investasi di Jateng. Mari kita sukseskan CJIBF 2022 mampu menggaet banyak investor. Kalau event ini sukses, perekonomian Jateng akan semakin menggeliat, dan angka pengangguran juga akan berkurang, karena tenaga kerja produktif bakal tersedot oleh pendirian pabrik dan perusahaan baru,” tandas Ferry.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah Ratna Kawuri menjelaskan CJIBF 2022 atau ajang temu investor nantinya akan menawarkan 80 peluang investasi mulai dari sektor agrikultur, energi, industri, infrastruktur, pertanian, properti, hingga wisata.
Menurut dia, CJIBF 2022 yang akan dihadiri oleh Menteri Investasi/BKPM RI Bahlil Lahadalia dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo ini mengambil tema Agri Industries for Green Growth Sustainable Economic Development.
Dia mengungkapkan, tema yang diusung CJIBF 2022 berkaca pada kondisi global, di mana kebutuhan pangan dan energi hijau berkelanjutan semakin mendesak, apalagi Jawa Tengah merupakan penghasil komoditas pangan dan penyangga kebutuhan pangan nasional. (adv/anf)




















