Bregada dan Masyarakat Indonesia Doa Bersama di Tugu Jogja

Rombongan bregada dan masyarakat Jogjakarta berjalan  menuju Tugu Jogja, untuk menggelar doa bersama, Jumat (28/10) malam
Rombongan bregada dan masyarakat Jogjakarta berjalan  menuju Tugu Jogja, untuk menggelar doa bersama, Jumat (28/10) malam

JOGJAKARTA (Awal id) – Suasana Tugu Golong Gilik atau yang lebih terkenal dengan sebutan Tugu Jogja mendadak ramai, Jumat (28/10) malam. Ratusan warga yang sedang menikmati suasana di lokasi itu dikejutkan dengan kedatangan ribuan bregada dan masyarakat Jogjakarta memenuhi kawasan ikonik itu.

Rombongan bregada dan masyarakat Jogjakarta berjalan dari empat penjuru mata angin menuju tugu pal putih tersebut. Mengenakan pakaian ala prajurit Kerajaan Jogjakarta dan musik pengiring, mereka berbaris rapi dan berjalan rampak membuat pertunjukan seni yang menawan.

Baca Juga:  Gerakkan Ekonomi di Masa Pandemi, Menparekraf Ajak Masyarakat Perkuat Kegiatan Kemanusiaan

Para bregada baik prajurit laki-laki maupun srikandi atau prajurit perempuan tampil all out. Selain mengenakan seragam khas bregada, mereka juga membawa senjata khas seperti tombak dan panah.

Sementara di belakang bregada, ribuan masyarakat Jogja berjalan dengan membawa spanduk bertuliskan ‘Satu Doa untuk Mas Ganjar dan Indonesia’.

Para bregada kemudian menggelar ritual di Tugu Jogja itu. Mereka menggelar doa bersama dan pemotongan tumpeng untuk mangayubagyo ulang tahun Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo ke-54 hari ini.

“Kami berkumpul di sini untuk melakukan umbul dunga mendoakan supaya Indonesia tentram, damai dan sejahtera. Sekaligus kami memperingati hari Sumpah Pemuda dan mangayubagyo ulang tahun Mas Ganjar Pranowo,” kata Ketua Lembaga Kebudayaan Jawa, Bambang Nursidik.

Baca Juga:  Sidak Kompleks Jatidiri, Ganjar Geram Temukan Bangunan Rusak dan Terkesan Apa Adanya

Bambang menerangkan, sosok Ganjar sangat erat dengan warga Jogja. Sebab saat jadi anggota DPR, Ganjar memperjuangkan undang-undang keistimewaan Jogjakarta.

“Kami masyarakat Jogjakarta sangat berterimakasih pada Mas Ganjar karena beliau bekerja keras untuk keistimewaan Jogjakarta. Semoga beliau selalu sukses dan tidak ada halangan untuk memimpin bangsa,” jelasnya.

Hal senada disampaikan salah satu bregada yang ikut pawai, Nur Setyo. Menurut dia, acara doa bersama untuk Ganjar di Tugu Jogja ini wujud kecintaan rakyat Jogja ke Gubernur Jawa Tengah itu.

Baca Juga:  Solidaritas Golkar, Ferry Wawan Cahyono Hadiri Konsolidasi Pemenangan Arif dan Rista di Kebumen

Sementara itu, ketua panitia kegiatan Agus Becak Sunandar mengatakan, acara doa bersama untuk Mas Ganjar dan Indonesia ini digelar sebagai wujud kecintaan warga Jogja kepada Gubernur Jawa Tengah itu. Selain memang berkontribusi untuk keistimewaan Jogjakarta, Ganjar juga dianggap warga Jogja sebagai pemimpin yang diharapkan mampu membawa Indonesia lebih baik. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *