Hasil Pemeriksaan DNA Mayat Terbakar di Marina Merujuk Iwan Boedi, Indriyasari Ucapkan Bela Sungkawa

SEMARANG (Awal.id) – Berdasarkan hasil scientific Crime Investigation yang dilaksanakan Polrestabes Semarang dan Polda Jawa Tengah terkait penemuan jasad dan motor yang terbakar di kawasan Marina Kota Semarang pada beberapa waktu lalu memang benar adalah pegawai Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang yang menjadi saksi korupsi yakni Iwan Boedi Prasetijo Paulus.
Hal tersebut juga dilihat dari hasil tes DNA yang diambil dari sampel jenazah di lokasi dan tiga anak korban diketahui identik dengan sosok Iwan yang dikabarkan menghilang sejak (24/8) silam.
Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Bapenda Semarang, Indriyasari mengucapkan bela sungkawa atas kabar mengejutkan yang diterima keluarga Iwan.
Ia pribadi dan pegawai Bapenda lainnya mengaku merasa terpukul atas informasi temuan jasad di Marina yang ternyata adalah Iwan.
“Kemarin sore kami dapat kabar bahwa hasil DNA-nya identic, sehingga saya atas nama pribadi dan kedinasan menyampaikan terima kasih atas dukungan teman-teman dan khususya kepada pihak kepolisian. Tak lupa kami juga ucapkan bela sungkawa untuk keluarga semoga kuat menghadapi cobaan ini,” ujar Iin sapaan akrabnya di rumah duka Jalan Tembalang Selatan, Kecamatan Banyumanik, Kamis (15/9) siang.
Dia meminta aparat kepolisian segera mengungkap kasus pembunuhan ini, karena Iwan merupakan korban dari tindak pidana kejahatan. Jika kasus pembunuhan ini dapat terungkap, pihak keluarga akan merasa nyaman, dan tidak menimbulkan kekhawatiran yang berlebihan.
“Kami akan berkoordinasi terus dan support pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini. Mohon doanya supportnya semoga kasus ini segera terungkap karena ini kejam banget buat keluarga dan kami,” ungkap Iin.
Di sisi lain, Iin menyebut Iwan merupakan sosok yang baik, tekun dan tidak pernah ada masalah baik itu kepada pimpinan maupun rekan kerja korban. Bahkan, menurutnya, Iwan adalah orang pendiam yang memiliki empati kepada oranglain.
“Saya kenal almarhum ini sejak bulan Januari 2022. Beliau orangnya tekun pendiam fokus dalam bekerja jujur baik hampir tidak pernah ada masalah baik itu dengan kami pimpinan dan rekan kerja. Jiwa sosialnya juga tinggi empatinya kepada teman juga tinggi. Orangnya pendiam termasuk andalan kami di Bapenda Semarang,” bebernya.
Saksi Korupsi
Terkait masalah Iwan sebagai saksi korupsi, Iin mengatakan tidak mengetahui kasus yang sedang dijalani korban. Sebab, kasus dugaan korupsi ini terjadi tahun 2010 sebelum dirinya berdinas di Bapenda Semarang.
“Karena kasusnya terjadi pada 2010 dan itu di Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah waktu (DPKAD). Sehingga mohon maaf kami tidak tahu persis kasusnya tapi kalau Organisasi Perangkat Daerah (ODP) lain mungkin ada informasi itu karena yang menangani kasus bukan dari kita,” tuturnya.
Ia juga menjelaskan terkait panggilan sebagai saksi korupsi, pihaknya mengetahui dan Iwan bersedia untuk memenuhi panggilan itu. Sebab, saat itu ada surat resmi panggilan dari kepolisian.
“Kalau panggilan itu dari kepolisian mengirim surat ke kami agar menugaskan pak Iwan untuk dimintai keterangan atau klarfikasinya sebagai saksi yang dasarnya dari aduan masyarakat hanya itu yang saya ketahui,” ujarnya.
Akan tetapi, Ia menuturkan baru mendapat informasi ternyata Iwan sudah pernah komunikasi secara langsung dengan kepolisian pada bulan Mei 2022 lalu setelah adanya kasus temuan jasad di Marina Semarang ini.
“Hanya satu dan itu panggilan pertama tidak ada panggilan lain. Kalau mei itu hanya ngobrol biasa atau gimana saya kurang tahu persis kita tahunya setelah kejadian bahwa Mei ternyata sudah ada pemeriksaan tapi tidak ada panggilan resmi,” tambahnya. (is)



















