Warga Desa Gempolsewu Gelar Sedekah Laut, Larung Kepala Sapi

KENDAL (Awal.id) –  Setelah dua tahun tidak ada acara Sedekah Laut, kini acara sedekah laut digelar oleh Masyarakat Nelayan Desa Gempolsewu Kecamatan Rowosari begitu meriah dengan berbagai rangkaian kegiatan seperti Pasar Malam UMKM, Pengajian Akbar, Pagelaran Wayang Kulit, Kirab Budaya hingga Larung Sesaji.

Sedekah laut merupakan sebagai wujud syukur para nelayan atas berkat ikan yang melimpah, kemakmuran dan kesejahteraan dari Sang Pencipta, selama melaut. Terlihat masyarakat sekitar bahkan dari luar daerah berbondong-bondong menaiki perahu untuk mengiringi acara larung sesaji.

Acara digelar di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tawang Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, Jumat (12/8/2022). Acara dihadiri oleh PJ Sekda Kendal Sugiono, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Hudi Sambodo, Camat Rowosari.

Baca Juga:  Masjid Agung Kendal Bakal Jadi Ikon Wisata Religi Kota Santri

Kepala Desa Gempolsewu Carmadi mengatakan acara sedekah laut ini merupakan pertama digelar dengan meriah setelah pandemi Covid-19. Kegiatan berlangsung selama lima hari dari tanggal 8 – 12 Agustus 2022.

“Acara larung sesaji dengan melarung kepala sapi serta ugo rampe lainnya yang dimaksudkan untuk meminta diberi keselamatan, rezeki dan keselamatan selama bekerja dilaut,” jelas Carmadi.

Dia bersyukur adanya kegiatan sedekah laut kali ini bisa meningkatkan perekonomian masyarakat di Desa Gempolsewu. Terutama meningkatkan pendapatan para pelaku UMKM hingga 300%.

Baca Juga:  Jelang Akhir Tahun, Harga Bawang Naik Signifikan

“Alhamdulillah pengunjung tahun ini meningkat karena selama dua tahun kita tetap ada ritual seperti ini tapi tidak ada kegiatan keramaian. Jadi sekarang semua UMKM disini tambah meningkat dibanding tahun kemarin ada 300 persen,” katanya.

Sementara itu PJ Sekda Kendal menjelaskan ada tujuh tempat di Kendal yang mengadakan kegiatan ritual sedekah laut dan larung sesaji. Di antaranya adalah Gempolsewu, Sendang Sikucing, Bandengan, Karangsari, Kalibuntu, Pidodo Kulon dan Pidodo Wetan.

Baca Juga:  Diimbangi Persis, Resal Tetap Bersyukur PSIS Raih 1 Poin

“Perayaan ini adalah wujud syukur kepada Allah serta untuk Nguri-uri budaya leluhur. Tapi yang lebih penting kedepan itu lebih semangat dan giat lagi dalam mencari nafkah ditengah laut,” tutur PJ Sekda.

Dia mengingatkan kepada para nelayan untuk terus menjaga ekosistem lingkungan hidup dan senantiasa menjaga kebersihan sekitar.

“Jangan sampai menggunakan jaring atau alat yang tidak ramah lingkungan. Kebersihan TPI harus dibersihkan setelah perayaan ini,” harapnya. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *