Gerakan Penamanan Pohon Selamatkan 1,29 Juta Ha Hutan, Ferry Nilai Kesadaran Lingkungan Masyarakat Jateng Meningkat
SEMARANG (Awal.id) – Pemerintah Provinsi Jawa terus menggelorakan gerakan penamanan pohon untuk menjaga kelestarian alamnya. Melalui gerakan penyelamatan bumi, jutaan bibit tanaman telah ditanam di semua wilayah Jateng. Tak hanya unsur pemerintah saja, gerakan sadar ini juga dilakukan oleh unsur swasta, organisasi, perguruan tinggi, TNI/Polri hingga masyarakat pedesaan.
Gerakan penyelamatan lingkungan, terakhir kali dilakukan Pramuka Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah dengan menanam 3.500 bibit mangrove dan cemara laut ditanam di kawasan Pantai Mangunharjo, Kota Semarang, Jumat (5/8).
Pada kesempatan itu, Gubernur Jateng Ganjar Pronowo dan Pramuka Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah terjun langsung ke lapangan untuk ikut menanam pohon mangrove dan cemara laut guna mengantisipasi abrasi laut yang terus menerus menggerus bibir pantai laut Pulau Jawa.
Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono mengapreasasi kesadaran masyarakat untuk melakukan penanaman pohon secara massal demi menjaga kelestarian alam. Seiring dengan kemajuan dalam bidang pembangunan, sejumlah areal yang dulu merupakan kawasan hijau kini mulai berkurang akibat aksi penebangan pohon oleh masyarakat.
Untuk itulah, lanjut Ferry, penghijauan sebagai upaya pemulihan lahan kritis di luar kawasan hutan juga diperlu dilakukan seluruh elemen masyarakat dalam rangka mengembalikan fungsi lahan.
“Saya bangga atas kesadaran masyarakat Jateng dalam menjaga kelestarian lingkungan alamnya. Seluruh elemen masyarakat, baik pemerintah, TNI/Polri, kalangan perguruan tinggi, swasta dan masyarakat kini telah bergerak bersama untuk menyelamatkan bumi Indonesia dari kerusakan akibat ulah manusia, atau alam itu sendiri, seperti abrasi,” katanya.
Dari informasi yang diperolehnya, kata Politikus asal Partai Golkar Jateng ini, kota/kabupaten di Jateng pada tahun ke tahun mampu mengurangi dan memperbaiki kerusakan lingkungan melalui “Gerakan Penamanan Sejuta Pohon” atau gerakan penyelamatan lingkungan lain yang bertujuan untuk mengembalikan ekosistem semula.
Data dari Pemprov Jateng menyebutkan hasil upaya penanaman dari gerakan penyelamatan lingkungan ini, kini mampu mengembalikan ekosisremnya dengan luasan hutan mencapai 1,29 juta hektare. Terdiri dari 83.705,94 hektare hutan lindung, 15.329,48 hektare hutan konservasi, 550.813,17 hutan produksi dan 640.393,88 hutan rakyat.
“Hasil ini menunjukkan gerakan reboisasi hutan Jateng yang gundul sudah berfungsi dengan baik, sesuai dengan peruntukkan lagi,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono
Dalam mengembalikan ekosistem yang ada, menurut dia, Pemprov Jateng telah memilah-milah jenis tanaman yang sesuai karakter dan jenis hutan di kawasan tersebut. Sedang jenis-jenis tanaman yang ditanam, antara lain pohon gayam, beringin, jati, mangrove, dan kayu putih.
Peran Masyarakat
Politisi Jateng dari daerah pemilihan Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Purbalingga dan Kabupaten Kebumen ini mengatakan peran masyarakat dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan dan melestarikan lingkungan dari kerusakan.
Peran-peran masyarakat itu dapat berupa pengawasan sosial, pemberian saran/pendapat dan penyampaian informasi atau laporan.
“Selain peran itu, masyarakat juga bisa terlibat dalam proses Amdal (antisipasi dampak lingkungan) dan izin lingkungan. Kalau masalah Amdal dan izin lingkungan diabaikan, masyarakat bisa melaporkan kepada instansi terkait,” ujarnya.
Ketua DPD MKGR Jateng ini mengimbau masyarakat untuk mengurangi pemakaian energi dan air guna menyelamatkan lingkungan dan melestarikan sumber daya alam.
Dia juga meminta sampah-sampah industri maupun rumah tangga agar dikurangi dengan cara memanfaatkan kembali dengan mendaur ulang sampah menjadi bahan yang bisa dipergunakan lagi.
“Kita boleh memanfaatkan kekayaan alam secara besar-besar, tapi prinsip untuk menjaga kehidupan alam harus diperhatikan. Gunakan alat/bahan yang ramah lingkungan,” pesannya. (adv/anf)



















