Desa Magersari Tekan Stunting dengan “Gebrakan”

KENDAL (Awal.id) – Pemerintah Kabupaten Kendal melakukan berbagai terobosan dalam upaya percepatan penurunan stunting di wilayahnya. Terobosan itu dilakukan dengan melakukan pemantauan pergerakan pos pelayanan terpadu (Posyandu) di Kabupaten Kendal.

Salah satunya seperti kegiatan Implementasi Inovasi Penet Stunting dengan “Gebrakan” (Gerakan Makan Ikan) di Posyandu yang dilaksanakan di Balai Desa Magersari Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal, Selasa (9/8/2022).

Ketua Tim Penggerak PKK Desa Magersari, Siti Marfuatus Solekhah menjelaskan gerakan makan ikan ini sudah menjadi program Posyandu yang telah dilaksanakan sejak tahun 2018 oleh para kader Posyandu Desa Magersari.

Baca Juga:  Jateng Terus Tambah Tempat Tidur dan Rumah Sakit Darurat

“Gerakan makan ikan ini sudah kami lakukan sejak tahun 2018. Kegiatan Posyandu dilakukan setiap satu bulan sekali dibagi di dua tempat,” jelas Siti Marfuatus.

Selain melakukan penimbangan kepada balita usia 0-5 tahun, juga diukur lingkar kepala dan tinggi badannya untuk mengetahui anak terindikasi stunting atau tidak.

“Selain gerakan makan ikan di bulan Agustus ini anak-anak juga kami beri obat cacing dan vitamin,” tuturnya.

Dia mengatakan saat ini penderita stunting di Desa Magersari berjumlah delapan anak.

Baca Juga:  12 Pasangan Melaju Semifinal KBAM 2022

Sementara Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal menjelaskan Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) Kabupaten Kendal akan terjun langsung di 1.438 Posyandu yang ada di Kabupaten Kendal guna melakukan pemantauan pergerakan penangangan stunting hingga tingkat bawah, termasuk Posyandu.

“Dan kami akan menggerakkan semua 30 Puskesmas di Kabupaten Kendal untuk berinovasi melakukan percepatan pergerakan stunting,”ungkap Parno.

Inovasi gerakan makan ikan “Gebrakan” merupakan salah satu contoh dalam percepatan penurunan stunting yang dilaksanakan oleh tim Puskesmas Patebon 1 bersama kader-kader Posyandu.

Baca Juga:  Satpol PP Kota Semarang Tertibkan PKL Sepanjang Jalan Ngalian-Mijen

“kita mulai update terus kita akan terus muter ke 30 puskesmas. Karena setiap puskesmas kita tekankan untuk melakukan inovasi dalan percepatan penanganan stunting,” tandasnya.

Wakil Bupati Windu Suko Basuki, mengaku prihatin, saat melihat belum maksimalnya peralatan untuk penunjang kegiatan posyandu.

“Ini saya lihat, peralatan untuk posyandu masih belum maksimal. Timbangan untuk balitanya saja masih pakai keranjang. Saya harap secepatnya seluruh posyandu di Kabupaten Kendal harus sudah lengkap peralatannya,” kata Wabup. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *