Boleh Mudik Lebaran, Wali Kota Semarang : Hadiah Terindah Dari Presiden Jokowi

SEMARANG – Diperbolehkannya aktivitas mudik lebaran tahun ini, dinilai Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi sebagai kado terindah dari Presiden RI, Joko Widodo. Dirinya secara terbuka menitipkan pesan agar masyarakat dapat mempersiapkan aktivitas mudiknya agar lancar.
“Ya kepada sedulur – sedulur selamat berpuasa di bulan Ramadhan, sekaligus selamat mendapatkan kado terindah dari Pak Jokowi, boleh mudik. Mudah – mudahan perjalanannya lancar, selamat, sehat. Pastikan sedulur – sedulur sudah memenuhi syarat untuk mudik, termasuk booster, maka yang belum melaksanakan vaksin ketiga saya menghimbau untuk segera dilengkapi,” kata Hendi saapan akrab di Balaikota Semarang, Kamis (24/3). .
Pihaknya memastikan akan siap menyambut dan melayani para pemudik, baik yang bertujuan akhir di Kota Semarang maupun yang akan melanjutkan perjalanan ke daerah lain. Lebih lanjut dirinya mengungkapkan akan melakukan koordinasi dengan Forkopimda Kota Semarang, termasuk pihak kepolisian guna memastikan pelayanan berjalan lancar dan nyaman bagi pemudik.
Tidak hanya itu, Hendi juga memastikan pihaknya akan mengecek seluruh infrastuktur jalan untuk pemudik yang menempuh jalur darat, agar nyaman untuk dilalui. Salah satunya pengecekan dan perbaikan akan difokuskan pada daerah – daerah cekungan yang berpotensi terjadi genangan.
“Untuk pelayanan publik bagi pemudik sendiri di Kota Semarang sendiri, sesuai pengalaman sebelumnya menerima para pemudik dari berbagai daerah, kami juga akan mendirikan posko mudik dengan layanan kesehatan dan istirahat bagi pemudik,” ungkapnya
Selain itu untuk proses screening sendiri, akan memaksimalkan pemanfaatan aplikasi peduli lindungi bagi pemudik. Untuk itu Hendi berharap semua pemudik dalam kondisi sehat, serta yang terpenting sudah melakukan vaksinasi hingga vaksin booster.
Meskipun begitu dirinya menekankan tetap akan menyiapkan tempat karantina bagi pemudik yang ditemukan terpapar Covid-19.
“Tujuh tempat karantina telah kita siapkan dengan total 700 bed dan pelayanan makan 3 kali sehari serta tenaga medis bagi pasien OTG. Selain itu ada 20 rumah sakit bagi pasien dengan gejala berat.Tapi untuk saat ini baru 1 rumah karantina di Kota Semarang yang diaktifkan karena penurunan angka covid,” katanya.
Tak hanya memastikan kesiapan protokol kesehatan, screening dan kenyamanan pemudik, Hendi pun menyiapkan sejumlah destinasi wisata bagi pemudik. Kekayaan wisata heritage, religi dan kuliner, lanjut Hendi juga akan disiapkan dan dikembangkan untuk menyambut para pemudik.
“Dari sisi kuliner, banyak tempat makan enak mulai dari soto, sop kakap, gudeg, leker, mangut, dan masih banyak lagi yang lain. Kami minta Dinas Pariwisata untuk share info wisata Kota Semarang baik secara offline maupun online melalui medsos,” ujar Hendi. (red)




















