10th Gebyuran Bustaman Usung Tema Akas Waras

SEMARANG (Awal.id) – Gebyuran Bustaman yang ke-10 akan kembali diselanggarakan tahun ini, di Kampung Bustaman, Jalan MT Haryono, Purwodinatan, Semarang, Minggu (27/3) mendatang.
Diketahui, kegiatan gebyuran tersebut diinisiasi pada tahun 2013 lalu. Memasuki tahun ke-10, kegiatan ini mengusung tema Akas Waras alias sehat total.
Konon kegiatan tersebut diinspirasi oleh kebiasaan Ki Bustam saat menyambut Bulan Suci Ramadan. Saat ini tradisi Gebyuran tersebut telah menjadi kebanggaan warga Kampung Bustaman dan juga warga Kota Semarang.
Ketua Panitia Aprodita Syams menuturkan acara kali ini terselenggara berkat kerja sama antara warga Bustaman, Disbudpar Pemkot Semarang dan Kolektif Hysteria.
“Warga kampung dan Kolektif Hysteria memulainya 10 tahun lalu dan sekarang telah menjadi tradisi tahunan di kampung kami ini,” ujar Aprodita pada siaran persnya, Kamis (24/3).

Rundown acara Gebyuran Bustaman
Menurut Aprodita, untuk memarakkan gelaran Gebyuran, panitia menambah daftar acara pendukung, di antaranya pengajian, ziarah bersama, musik, kuda lumping dan rebana, forum kampung, serta perang air.
Dia menambahkan ada yang berbeda pada kegiatan tahun ini, yakni warga membuat pengajian untuk tokoh penting yang makamnya di dalam rumah warga.
“Makamnya sudah menyatu dengan rumah warga dan dulunya tidak teridentifikasi, setelah kami konsultasi ternyata beliau adalah Sayyid Abdullah, tokoh syiar di masa lalu,” ungkap Aprodita.
Acara tersebut tidak dipungut biaya alias gratis dan tentunya wajib mengikuti protokol kesehatan. Untuk Informasi lebih lanjut mengenai acara tersebut, warga Kota Semarang bisa menghubungi Dita (+62 813-2682-4510) atau Aris (+62 859-5154-2661). Calon penonton dapat pula mendaftar dengan mengunjungi Instagram @grobakhysteria @pekakota | www.grobakhysteria.or.id | www.pekakota.or.id (is)



















