Pulihkan Ekonomi Nasional, Bank Jateng Dorong Usaha Para Pelaku UMKM
SEMARANG (Awal.id) – Bank Jateng ikut aktif berperan dalam mendorong kegiatan usaha produktif, terutama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Hal tersebut tidak lain untuk mendukung salah satu program pemerintah yaitu pemulihan ekonomi nasional (PEN).
Direktur Utama Bank Jateng, Supriyanto memaparkan dukungan UMKM di Jateng selama masa tahun 2021 dibuktikan adanya penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang diberikan kepada pelaku UMKM naik menjadi Rp 4,51 triliun atau tumbuh 70,45% (yoy).
“Dengan adanya keberhasilan penyaluran KUR tersebut maka Bank Jateng juga sudah mulai mewujudkan salah satu program PEN yang dianjurkan pemerintah. Selain itu, hal tersebut juga didukung dengan keberadaan 94 unit layanan mikro (ULM) yang tersebar di seluruh Jawa Tengah,” ujar Supriyanto saat memimpin konferensi pers Tahunan di Ruang Pertemuan Lantai IV Kantor Bank Jateng, Jl Pemuda, Semarang, Senin (10/1).
Dia menjelaskan dalam dukungannya untuk pelaku UMKM di Jawa Tengah, pihaknya menggelar beberapa kegiatan, antara lain UMKM Expo, pelatihan dan pendamping melalui co-working space, bantuan pemasaran dan lainnya.
“Tak hanya itu, Bank Jateng dalam membantu permodalan juga telah meluncurkan layanan Kredit Lapak yang menyasar para perempuan pedagang pasar tradisional. Cicilan kredit yang ringan dan tanpa jaminan itu, diharapkan juga bisa ikut menggerakkan roda perekonomian Jawa Tengah,” tandas Supriyanto
Sementara bagi pelaku UMKM pemula (startup), Supriyanto mengatakan Bank Jateng telah menyalurkan KMJ Milenial dengan bunga rendah dan syarat yang mudah. Sampai akhir Desember 2021, telah tersalur KMJ Milenial kepada 258 debitur senilai Rp 5,3 miliar.
“Kita ungkit kaum milenial yang dinamis dan potensial, agar menjadi kekuatan yang besar dalam perekonomian ke depan,” tegas Supriyatno.
Supriyanto menambahkan saat ini Bank Jateng juga mendapatkan kepercayaan pemerintah melalui Penempatan Uang Negara (PUN) sebesar Rp 2 triliun,. Dana itu telah disalurkan kepada 45.104 nasabah dengan total outstanding lebih dari Rp 7,01triliun.
“Dari data penyaluran kredit tersebut, menunjukkan bahwa perubahan kegiatan investasi dan konsumsi yang berasal dari kredit Bank Jateng tersebut telah menghasilkan dampak ekonomi (multiplier effect) sebesar 7,9 kali, sehingga dapat mempercepat PEN,” tundas Supriyanto. (is)



















