Ekspor Nonmigas Jateng ke Singapura Tumbuh 20 Persen

SEMARANG (Awal id) – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Arif Sambodo, mengatakan, neraca ekspor nonmigas produk Jateng ke Singapura sampai dengan Oktober 2021 mencapai 72 juta USD. Jika dibandingkan dengan periode tahun lalu tumbuh 20 persen kendati di masa pandemi.

Hal itu disampaikan Muhammad Arif saat mendampingi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menghadiri dan menyaksikan penerbangan pertama ekspor produk-produk UMKM Jateng ke Singapura, lewat Bandara Ahmad Yani, Kamis (13/1).

Baca Juga:  Datangi Ganjar, 3 Bupati Minta Peningkatan Ruas Jalan Baturraden - Serang - Belik

Sebanyak 6,3 ton produk perikanan dan album foto senilai Rp 250 juta, diekspor ke Singapura. Pengiriman barang hasil produk UMKM Jateng itu dilakukan melalui pesawat kargo, karena akses kapal saat ini banyak yang ditutup di berbagai negara.

“Dari perikanan, produk dari Kota Semarang berupa foto album untuk foto,” kata Muhammad Arif Sambodo di lokasi.

Muhammad Arif menambahkan, produk unggulan ke Singapura banyak jenis furniture dan garmen. Dari 10 besar itu kebanyakan produk industri pengolahan ada IKM.

Baca Juga:  Pemkot Semarang Dapat Relokasi 1800 Vaksin Booster dari Kabupaten Pemalang

“Untuk produk holtikultura dan perikanan nomor 10. Itu potensi. Ada juga potensi ekspor ke Singapura adalah alas kaki, barang dari kulit. Secara keseluruhan ekspor untuk alas kaki tumbuhnya bagus. Demikian pula dari kulit,” terang Muhammad Arif.

Sementara Direktur Utama PT Garuda Indonesia Irfan Setiaputra  menyambut baik adanya penerbangan langsung khusus kargo Semarang-Singapura, di Bandara Ahmad Yani, Semarang.

“Setelah riset, banyak produk dari Semarang dan Jateng punya potensi ekspor,” kata dia.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *