Satpol PP Kembali Tertibkan 40 PKL di Sekitar Pasar Johar
SEMARANG (Awal.id) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang kembali melakukan penertiban pedagang kaki lima (PKL) liar di sekitar Cagar Budaya Pasar Johar, Rabu (3/11).
Dalam kegiatan tersebut, petugas berhasil menertibkan 40 PKL liar yang berada di kawasan tersebut. Penertiban dilakukan untuk upaya mengembalikan fungsi dari Pasar Johar yang diketahui saat ini sudah mulai beroperasi.
Pada penertiban itu Satpol PP membongkar lapak serta menyita sarana prasarana milik pedagang di sepanjang Jalan Inspeksi Damaran dan kawasan depan Masjid Agung Semarang menuju Kanjengan.
Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto menjelaskan sebelumnya pembongkaran para pedagang sudah mendapat surat teguran sebanyak tiga kali agar tidak berjualan di kawasan Pasar Johar. Namun, ketika petugas akan memastikan kebersihan dari keberadaan PKL liar, mereka didapati masih nekat berjualan di kawasan Pasar Johar.
“Kan sudah jelas lokasi ini masih satu kawasan Pasar Johar yang digunakan akses masuk menuju Blok D Pasar Johar. Apabila pedagang nekat, kami tegakkan perda dengan mensterilkan kawasan ini dari para PKL liar. Apalagi, kami ini sebelumnya sudah melakukan teguran secara tertulis maupun lesan,” tandas Fajar Purwoto usai melakukan penertiban, Rabu (3/11).
Menurut Fajar, penertiban ini bertujuan mengembalikan fungsi Pasar Johar yang dipenuhi PKL liar. Pembangunan pasar tersebut menghabiskan anggaran sekitar Rp 800 miliar, pihaknya menduga adanya jual beli lahan di kawasan yang semestinya steril dari PKL.
“Diduga ada oknum memanfaatkan kepada pedagang yang bersedia membayar lapak di kawasan tersebut. Jika hal itu ditemukan, Satpol PP Kota Semarang akan berkoordinasi dengan Polrestabes Semarang untuk menitndaklanjuti praktik jual beli lapak PKL liar tersebut,” papar Fajar.
Fajar mengimbau para pedagang agar bisa tertib untuk tidak berjualan di kawasan tersebut. Pasalnya, Pasar Johar yang direncanakan masuk ke dalam nominasi pasar terbesar se-Asia Tenggara.
“Jaman saya di Dinas Perdagangan dulu, orangnya berubah terus, kami minta tertib. Jika langgar, pasti tertibkan, apalagi Pasar Johar yang nantinya akan menjadi pasar terbesar se-Asia Tenggara,” tutup Fajar. (is)




















