KAI Daop 4 Semarang Waspadai 51 Titik Rawan

Langkah antisipasi menghadapi musim hujan dilakukan PT KAI Daop 4 dengan memastikan kondisi perlintasan dalam kondisi baik
Langkah antisipasi menghadapi musim hujan dilakukan PT KAI Daop 4 dengan memastikan kondisi perlintasan dalam kondisi baik

SEMARANG (Awal.id) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang, melakukan berbagai langkah antisipasi untuk meminimalisasi gangguan yang dapat mengganggu perjalanan kereta api, terutama saat musim hujan.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Semarang memperkirakan, awal musim hujan di wilayah Jawa Tengah tahun ini terjadi pada bulan Oktober 2021. Saat ini pun cuaca hujan sudah sering terjadi.

Sebagai antisipasi, PT KAI Daop 4 Semarang menyiagakan petugas khusus di beberapa titik rawan dan menyediakan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) di beberapa titik stasiun.

“Kami menyiagakan petugas selama 24 jam yang tersebar di beberapa titik rawan serta menyiapkan AMUS untuk memastikan keselamatan perjalanan kereta api,” kata Manager Humas Daop 4 Semarang, Krisbiyantoro.

Baca Juga:  KPK RI Menggelar Bimtek Desa Anti Korupsi di Desa Ngampel Wetan Kendal

Di wilayah Daop 4 Semarang, saat ini terdapat 51 titik rawan yang dinilai memiliki potensi bahaya, mulai dari banjir, amblesan, hingga tanah longsor. Jumlah titik rawan tersebut, sudah mengalami penurunan dari awal tahun 2021 yang berjumlah 98 titik rawan.

“Berbagai perbaikan sudah kami lakukan dengan normalisaai drainase, pembuatan talud penahan konstruksi jalur KA, sehingga jumlah lokasi rawan tersebut dapat berkurang,” tambah Kris.

Menurut Krisbiyantoro, 51 titik rawan yang masih dalam penanganan pihak KAI Daop 4 Semarang di antaranya: 17 titik di wilayah Gundih koridor Semarang – Solo, 9 titik di wilayah Kuripan, 5 titik wilayah Pekalongan koridor Semarang – Cirebon dan 4 titik di wilayah Gambringan koridor Semarang – Surabaya Pasarturi dan beberapa titik lainnya yang tersebar di wilayah Semarang, Gubug, Panunggalan, Cepu, Tegal. Pemalang, Batang, Weleri, Kaliwungu, Karangjati, Doplang dan Kedungjati.

Baca Juga:  Rektor UNDIP Lantik Pejabat Baru dan 316 PNS: Tegaskan Komitmen pada Inovasi Penelitian dan Kolaborasi Global

Dari sisi kesiapan material, KAI Daop 4 Semarang telah menyiapkan AMUS pada 19 titik, meliputi: Tegal, Pemalang, Petarukan, Pekalongan, Batang, Kuripan, Weleri, Kalibodri, Kaliwungu, Semarang, Brumbung, Kedungjati, Gundih, Gambringan, Panunggalan, Kradenan, Doplang, Randublatung dan Cepu.

AMUS yang disiapkan tersebut berupa pasir dalam kantong karung, bantalan rel, perancah dari potongan rel dan peralatan ringan hingga alat berat seperti Mesin Perawatan Jalan Rel (MPJR) yang digunakan untuk merawat serta memelihara kondisi jalur rel.

Baca Juga:  Perkara Korupsi Pembelian Tanah PT Adhi Persasa Realti, Kejagung Periksa Kepala Seksi Survei dan Pemetaan

Langkah preventif lain yang telah dilakukan KAI Daop 4 Semarang yaitu kegiatan Tilik PJL (Penjaga Jalan Lintasan). Dalam Tilik PJL tersebut, Manajemen KAI Daop 4 Semarang secara rutin mengunjungi setiap pos PJL yang ada di wilayah Daop 4 Semarang, mulai dari Tegal sampai dengan Cepu.

Dalam kegiatan tersebut, jajaran Daop 4 Semarang memastikan kesiapan petugas dalam menjalankan dinasannya dan merefresh pengetahuan SOP tentang perlintasan sebidang, serta memastikan kelengkapan alat pendukung keselamatan yang ada pada setiap pos PJL. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *