Jimi ’The Upstairs’ Multhazam, Rilis Single Karya Anak

SEMARANG (Awal.id) – Jika mendengar nama The Upstairs tentu tidak bisa dipisahkan dari karakter sang vokalis yang enerjik dan eksentrik. Dengan rambut keritingnya, seakan terbentuk dari gemulainya lekukan geraknya saat berada di atas panggung bersama band yang didirikan tahun 2001 tersebut.
Tak lain dan tak bukan ialah Jimi Multhazam, vokalis dan salah satu pendiri dari grup musik new wave, The Upstairs.
Jimi bersama salah seorang temannya, Kubil Idris berperan sebagai pendiri dari The Upstairs. Keduanya merupakan member orisinil yang masih hinggap di dalam tubuh The Upstairs selama 20 tahun lebih berkarya di kancah musik dalam negeri.
Seiringnya waktu, pergantian personel dalam band terjadi.
Band yang sangat terkenal dikanca musik indonesia, kini The Upstairs dengan personil tetap Jimi Multhazam (vokal), Kubil Idris (gitar), John Fisma (bass, synth, electro sequencer), dan Ryan Ajhi (drum).
Sebagai band yang mengusung aliran New Wave, musik The Upstairs terpengaruh musikal dari band-band beraliran serupa seperti A Flock of Seagulls, Devo, Depeche Mode, hingga Joy Division yang dipadukan dengan lirik naratif.
Melalui program acara Ngos-ngosan yang disiarkan Awal Media Nusantara secara live Instagram, di Studio Awal Media Nusantara, Jumat (19/11), Awal.id berkesempatan ngobrol bareng Jimi untuk ngulik lebih dalam tentang The Upstairs serta project yang akan ia lakukan selanjutnya. Acara yang dipandu Thariq Kamaludin ini mengusung tema “Memaknai Sebuah Lagu”.
Tak hanya mengusung musik yang berbeda, di awal kemunculannya, The Upstairs identik dengan pakaian kontras, bahkan saling silang tabrak warna. Misalnya, celana merah yang berpadu dengan jaket kuning atau celana hijau muda yang dipadukan dengan kemeja berwarna hitam.
Ternyata, Jimi memiliki alasan mengapa tata busana The Upstairs didesain sedemikian rupa uniknya. Menurutnya, pada saat The Upstairs muncul ke permukaan belantika musik Ibu Kota, panggung-panggung acara independen kerap kali hanya didesain secara ala kadarnya. Tata lampu juga hanya berperan untuk menyinari para pementas.
“Agar The Upstairs dapat tampil dengan maksimal secara visual, gue merancang identitas panggung untuk bandnya ini dengan memakai pakaian warna-warni,” terangnya.

Dengan pendekatan yang unik di zaman itu, nama The Upstairs hampir selalu mencuat di ranah skena dan jadi musisi yang ditunggu-tunggu di hampir setiap pentas seni yang diadakan di Jakarta. Bahkan gaya panggung The Upstairs di tahun 2004 hingga 2010 diaplikasikan oleh para penggemar setianya yang dijuluki dengan nama Modern Darling.
Menurut Jimi, datang ke sebuah pentas seni, setiap orang harus merasakan pengalaman audio dan visual yang menarik dan seimbang.
Di luar The Upstairs, Jimi pun aktif berperan sebagai vokalis dari band rock alternatif bernama Morfem bersama Pandu (gitar), Yusak (bass), dan Freddie (drum).
Morfem lahir karena Jimi ingin lebih melakukan eksplorasi terhadap penulisan liriknya, meskipun beberapa penikmat musik mengatakan bahwa lirik Jimi untuk The Upstairs merupakan karya-karya penulisan Jimi yang terbaik.
Menjembatani perbedaan keduanya, Jimi menyatakan bahwa lirik-liriknya untuk The Upstairs dirancang dengan komposisi yang puitis. Memainkan gaya bahasa dan analogi jadi ciri khas lirik The Upstairs, namun dengan tema yang lebih general.
“Sedangkan di Morfem, gue coba nulis dengan tema yang lebih fokus dan spesifik, namun dengan gaya bahasa sehari-hari,” paparnya.
Bersama Morfem, Jimi sudah melahirkan album berjudul Indonesia (2011), Hey, Makan Tuh Gitar! (2013), SneakerFuzz (2014), Dramaturgi Underground (2016), dan Binar Wajah Sebaya (2020).
Sekilas mengenai vokalis The Upstairs, Jimi lahir di Jakarta pada 11 Januari 1974. Jauh sebelum The Upstairs, jiwa seni dan ketertarikannya terhadap musik telah mengalir di dalam tubuh Jimi.
Sejak balita, pria ini sudah menggemari seni. Lalu, saat sekolah dasar, ia mulai mendengarkan New Wave yang jadi genre untuk The Upstairs. Ia juga menemukan kesenangan lainnya dalam menulis. Salah satu ciri khas penulisan lirik dari Jimi Multhazam adalah penggunaan Bahasa Indonesia, baik untuk The Upstairs dan Morfem.
Disinggung mengenai projek ke depan, Jimi mengatakan, ia akan segera merilis single karya anaknya. Di dalam single tersebut, Jimi mengaku membantu dalam penulisan lirik serta berperan sebagai produser.
“Iya rencananya tanggal 25 nanti mau rilis single anak gue. Nanti menyusul ada di digital platform, mungkin nanti fisiknya juga ada. Nantikan aja,” jelasnya.
Untuk kalian yang ketinggalan dan ingin menyaksikan keseruan live Instagram bareng Jimi yang dipandu Thariq Kamaludin, bisa saksikan siaran ulangnya di instagram @awalmedianusantara_official.
Jangan lupa saksikan terus program acara Ngos-Ngosan setiap Jum’at yang disiarkan secara live di instgram @awalmedianusantara_official. (is)



















