Gus Wahid Dorong Pokdarwis Mulai Jalani Program Sport Taurism

Arnaz Agung Andrarasmara (kiri) dan Gus Wahid United (kanan)
Arnaz Agung Andrarasmara (kiri) dan Gus Wahid United (kanan)

SEMARANG (Awal.id) – Koordinator Pegiat Pariwisata Kota Semarang Gus Wahid United mendorong agar Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sebagai pengelola desa wisata dapat memulai programnya.

Selain itu, Pokdarwis diminta untuk mendukung program sport tourism yang diinisiasi oleh Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Kota Semarang dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang.

“Pengelola Desa Wisata (deswita) dapat memulai program sport tourism kepada calon wisatawan, sekaligus mengenalkan potensi alam deswitanya,” Gus Wahid di Semarang, Minggu (31/10).

Menurut Gus Wahid, deswita bisa memulai dari program yang simple, seperti jogging menyusuri pematang sawah, bersepeda keliling desa atau yang agak advance dengan menggandeng komunitas hash untuk keliling seluruh wilayah desa wisata.

Baca Juga:  Ada Kebun Binatang dan Taman Tombo Galau di Area Wisata Waduk Gajah Mungkur

Gus Wahid mengakui potensi alam desa wisata di Kota Semarang memang tidak seeksotis desa lain yang berada di kawasan pegunungan. Namun, lanjut dia, masing-masing memiliki potensi yang berbeda-beda yang dapat dioptimalkan. Seperti potensi yang paling menarik, yakni seperti desa wisata yang berada di sekitar Waduk Jatibarang.

Dia menilai pesona alam dengan perpaduan view waduk, alam yang masih hijau segar, sangat menarik untuk dijadikan magnet bagi para wisatawan.

Jika potensi alam ini dikemas menjadi sport tourism, sambung dia, pengelola desa wisata cukup menyiapkan rute dengan jarak tempuh yang berbeda, menyesuaikan dengan kemampuan calon wisatawan mulai dari level pemula hingga yang sudah professional.

Baca Juga:  Flayover Purwosari, Karya Terakhir Wali Kota Rudy Sebelum Purnatugas

“Bukan berarti desa wisata lain tidak memiliki potensi yang luar biasa serupa, ini tadi hanya contoh. Tinggal sekarang kreativitas pengelola untuk membuat paket-paket sport tourism dengan menyesuaikan kearifan lokal dan potensi alam yang ada,” papar Gus Wahid yang juga pengurus Badan Promosi Pariwisata Kota Semarang (BP2KS).

Dia mencontohkan, beberapa desa wisata di sekitar Borobodur sudah memiliki paket wisata gowes keliling desa. View latar belakang candi menjadi titik spot terbaik untuk diabadikan sebagai kenangan bagi wisatawan yang berkunjung.

“Kita dapat mengadopsi program ini lalu memodifikasinya menyesuaikan dengan potensi dan kearifan lokal yang dimiliki masing-masing desa wisata di Kota Semarang ini,” pungkas Gus Wahid.

Baca Juga:  Periswara DPRD Jateng - BRI Gelar Bazar UMKM, Ferry Wawan Cahyono Bantu Pemerintah Pulihkan Ekonomi Masyarakat

Sebelumnya, Ketua KONI Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara menegaskan jika Semarang dapat menjadi destinasi untuk sport tourism. Hal itu ditunjang dengan banyak ragam fasilitasi yang diberikan Pemkot Semarang.

“Stadion Citarum untuk sepak bola warga, Kanal Banjir Barat dan Pantai Marina untuk ski air atau bermain kano dan dayung, jogging track di Tinjomoyo dan masih banyak potensi lain untuk dikembangkan menjadi sport tourism,” terang Arnaz yang juga Ketua Kadin Kota Semarang tersebut. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *