Zahra Chumaira Amelia, Harapan Emas Jateng di Cabang Catur PON XX Papua

SEMARANG (Awal.id) – Zahra Chumaira Amelia SPd MFM menjadi tumpuan dan harapan kontingen Jawa Tengah untuk merebut medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua 2021.
Harapan untuk merebut emas dari cabang catur ini tidak hanya dinanti-nantikan masyarakat Jawa Tengah saja. Sejumlah pejabat dan instansi terkait, seperti Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Pengprov Percasi Jateng dan Pemprov Percasi Kota Semarang juga menaruh harapan yang sama kepada wanita kelahiran Semarang 11 Januari 1998 tersebut.
Target meraih emas yang dibebankan ke pundak Zahra, panggilan akrab Zahra Chumaira Amelia, sangatlah wajar apabila melihat prestasi yang pernah diraihnya pada PON IX tahun 2016. Zahra yang tampil pada nomor beregu putri bersama rekan-rekannya, yakni Shanti Nur Abidah, Angel Ruth, dan Evi Yuliana, pada pesta olahraga akbar nasional empat tahunan itu berhasil menyumbangkan medali perak.
Dengan modal prestasi tersebut, tak mengherankan jika Zahra termotivasi untuk bisa memberikan prestasi terbaik bagi kontingen Jawa Tengah, yakni merebut emas PON XX Papua.
“Saya optimis catur Jateng bisa meraih prestasi terbaik di PON XX. Tentu saja, medali emas menjadi incaran saya agar bisa menambahkan pundi-pundi perolehan medali Jateng di PON Papua,” kata Zahra, di Semarang, Minggu (19/9).
Untuk meningkatkan kemampuan tim Catur Jateng yang diterjunkan ke PON XX, para atlet di bawah asuhan Pelatih Agus Martoyo setiap dua pekan sekali dikumpulkan untuk melakukan latihan sentralisasi. Selebihnya, para pecatur bisa berlatih di rumah masing-masing untuk mengasah kemampuan bermain caturnya.
Tidak itu saja, untuk menggembleng mental bertanding sekaligus memonitor kemajuan pecatur Jateng, tim pelatih juga menerjunkan anak asuhannya pada kejuaraan catur online. Dengan menambahkan volume pertandingan ini diharapkan kemampuan mereka bisa meningkat, sehingga cabang catur bisa memberikan sumbangsih positif saat berlaga di PON Papua.

Zahra mewakili Indonesia saat melawan pecatur putri Romania, IM Alina L’ami, di salah aatu kejuaraan internasional tahun 2019
Untuk merangsang atlet Jateng meraih medali di PON XX, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo melalui KONI Jateng, instansi yang menaungi seluruh cabang olahraga di Jawa Tengah, menjanjikan tali asih bagi peraih medali emas.
Bagi Zahra, pemberian tali asih kepada peraih merupakan pemicu semangat bagi atlet Jateng yang berlaga di PON XX. Pemberian tali asih ini merupakan wujud penghargaan pemerintah kepada pahlawan olahraga yang telah berjuang untuk mengharumkan nama daerahnya. Pelaksanaan PON XX sendiri mulai digelar 2 – 15 Oktober 2021.
“Terus terang saja, pemberian tali asih atau bonus untuk peraih medali menjadi pematik semangat saya dan teman-teman untuk mewujudkan keinginan masyarakat Jateng,” ujar Guru Hononer SMP Negeri 34 Semarang tersebut.
Di PON XX nanti, Zahra akan tampil di semua nomor, baik perseorangan maupun beregu. Cabang catur sendiri mempertandingan dua jenis nomor, yakni catur kilat dan catur cepat.
Keikutsertaan di nomor-nomor tersebut, Zahra yang didaulat menjadi Sekretaris Percasi Kota Semarang siap memberikan prestasi terbaiknya. “Kalau ada kesempatan untuk menang dan meraih emas, saya tentu akan berjuang sampai titik darah penghabisan,” ujarnya.
Persaingan cabang catur putri di PON XX sendiri dipastikan berlangsung ketat. Kontingan dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur dan Kalimantan menjadi lawan terberat bagi para pecatur Jateng. Selain diperkuat pecatur nasional dan internasional, tim-tim pesaing itu siap menjadi batu sandungan bagi Jawa Tengah untuk merebut emas cabang catur PON 2021.
Belajar Sejak Usia Dini
Bagi sebagian kaum wanita Indonesia, olahraga catur memang kurang peminatnya. Olahraga jenis permainanan ini lebih didominasi oleh kaum pria. Namun, seiring perjalanan waktu, lambat laun kaum wanita Indonesia mulai banyak yang menekuni cabang olahraga yang menguras stamina dan pikiran ini.

Zahra Chumaira Amelia SPd MFM
Perkenalan Zahra dengan olahraga catur ini terjadi saat melihat ayahnya, H Zaenal Arifin SAg, bermain dengan catur dengan rekannya. Lantaran sering melihat ayah bermain catur, Zahra menjadi ingin belajar dan mengenal lebih jauh tentang permainan catur.
Anak pasangan H Zaenal Arifin SAg dan dr Antin Yohana MKes ini pun lantas meminta ayahnya untuk mengajarinya cara bermain catur. Melihat keinginan yang besar sang putrinya, Zaenal yang berprofesi sebagai guru SMP Sultan Agung 1 Semarang dan SMA Sultan Agung 3 Semarang menyambut positif permintaan putri untuk ingin terjun ke dunia percaturan.
Di bawah bimbingan ayahnya, Zahra kecil sudah mulai terlihat memiliki bakat luar biasa untuk menjadi pecatur handal. Bakat itu ditunjukkan dengan perolehan medali emas pada kejuaraan catur tingkat Jateng di Temanggung pada 2008. Saat itu, Zahra berusia 10 tahun.
“Medali pertama itu saya raih saat saya duduk di sekolah dasar (SD). Saya sangat senang, dan ingin terus belajar catur lebih giat lagi,” paparnya.
Dari prestasi tersebut, Zahra pun semakin banyak mengumpulkan piala-piala yang diraihnya dari berbagai kejuaraan catur. Di antara gelar juara yang pernah digenggamnya, antara lain juara Master Nasional Wanita tahun 2017, juara Porprov Jateng 2018, juara 2 PON 2016 dan meraih gelar Women Fide Master (WFM) tahun 2016.
Prestasi yang diraihnya di berbagai kejuaraan catur membuat nama Zahra semakin meroket di percaturan Kota Semarang dan Jawa Tengah. Kecintaan dan kepiawainya bermain catur ini mengantarkan guru olah raga SMP Negeri 34 Semarang mendapat kepercayaan untuk menduduki jabatan strategis di kepengurusan Percasi Kota Semarang di bawah kepemimpinan Didik Saktiaji, yakni sebagai Sekretaris Percasi Semarang.
Prestasi catur yang dibukukan Zahra juga mengantarkan dirinya menjadi salah satu pecatur andalan Kota Semarang dan Provinsi Jateng. Berkat kecerdikannya bermain catur, Zahra menjadi ”langganan” pecatur yang menjadi andalan dalam merebut juara atau medali dalam setiap kejuaraan.
Dan, di PON XX Papua ini, semua pecinta catur di Jawa Tengah menaruh harapan dan keinginan besar agar Zahra bisa menyumbangkan medali emas. Semoga harapan itu diwujudkan Zahra agar bisa mengharumkan nama Jateng di kancah PON 2021 yang akan dimulai awal Oktomber mendatang. (*)



















