Stok Vaksin Covid-19 Menipis, Dinkes Kota Semarang Tutup Beberapa Sentra Vaksinasi

SEMARANG (Awal.id) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang menutup sementara beberapa tempat pelayanan vaksinasi.

Sentra vaksin yang ditutup yaitu di Queens City, Unwahas, Unissula, Unnes dan Sam Poo Kong.  Hal tersebut dilakukan karena logistik vaksin di Pemerintah Kota Semarang sudah sangat menipis. Sedangkan untuk sentra vaksinasi di Holy Stadium, hari ini terakhir melayani untuk vaksinasi dosis kedua saja.

Kepala Dinas Kota Semarang, M Abdul Hakam mengatakan kebutuhan vaksin dalam sehari di Kota Semarang dalam sehari mencapai 20.000 dosis, namun hingga hari ini hanya ada stok 28.220 dosis.

Baca Juga:  DKP Kendal Bakal Gelar Pameran Ikan Hias, Ketua Komisi A DPRD Ikut Apresiasi

Hakam memaparkan dalam minggu ini saja masih ada 44.000 suntikan dosis kedua yang belum diberikan kepada masyarakat.

“Vaksinasi dosis kedua (V2) masih bisa dilayani di beberapa puskesmas, namun hanya sampai besok saja, Rabu kita sudah tidak ada stok lagi, kecuali kalau besok mendapat kiriman vaksin,” papar Hakam.

Menurut Hakam, saat ini masyarakat Kota Semarang tengah antusias untuk mendapatkan vaksin gratis dalam rangka upaya mengurangi angka kasus Covid-19. Namun disayangkan pasokan vaksin untuk Ibu Kota Jawa Tengah ini mengalami keterlambatan.

Baca Juga:  Perkuat Lini Belakang, PSIS Datangkan Beny Wahyudi

“Harapannya dalam minggu ini akan turun lagi pasokan vaksin untuk Kota Semarang yang bisa memenuhi target suntikan V1 dan V2. Diketahui, Menkes juga mengatakan kalau vaksin yang sudah turun ke Indonesia baru sekitar 21 juta, padahal kebutuhannya sekitar 416 juta untuk dua dosis, bahkan diketahui saat ini semua daerah kehabisan vaksin untuk suntikan kedua,” ujar Hakam.

Hakam berharap stok vaksin segera turun kembali ke Semarang, sehingga V2 ini bisa kembali dilanjutkan.

Baca Juga:  Kerugian Rp116,91 Miliar Akibat Pagar Laut Ilegal: Nelayan Menjerit, Ekosistem Terancam

Selain itu, dia juga menjelaskan mengenai jarak suntikan vaksin pertama dan kedua bisa sampai 56 hari untuk jenis vaksin Sinovac, sedangkan untuk vaksin Astrazeneca bisa mencapai 3 bulan antara vaksin pertama dan vaksin kedua.

“Jika vaksin dosis kedua disuntikkan melebihi dari batas waktu tersebut, maka efektivitasnya menjadi kurang maskimal,” tandasnya. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *