Kota Semarang Mulai Terapkan PTM, Wali Kota Hendi Pantau Dua Sekolah
SEMARANG (Awal.id) – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi melakukan pantauan pada dua sekolah, yakni SMPN 12 Semarang dan SDN Srondol Wetan. Pantauan itu dilakukan terkait penerapan pembelajaran tatap muka (PTM) yang mulai diterapkan di seluruh sekolah di Kota Semarang mulai Senin ini (30/8).
Seperti yang diketahui, sebanyak 442 SD dan SMP negeri dan swasta di Kota Semarang mulai hari ini mulai menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) di tengah pandemi Covid-19.
Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi, mengatakan pelaksanaan pembelajaran tatap muka hari pertama berjalan dengan baik dan sudah sesui rencana.
“Alhamdulillah PTM hari pertama semua berjalan sesuai rencana, adik-adik semuanya semangat dan situasi terkendali dengan baik. Batasan 50 persen untuk hari ini baru kelas 9, sedangkan minggu depan akan ditambah kelas 8, kemudian minggu ketiga kelas 7,” ujar Hendi.
Pelaksanaan pembelajaran tatap muka, para siswa dikombinasikan secara luring untuk siswa yang belajar di sekolah, dan secara daring untuk siswa yang belajar dari rumah.
Selain itu, Hendi juga berpesan guru juga harus interaktif kepada siswa, baik yang mengikuti pembelajaran secara luring, maupun yang mengikuti pemebalajaran secara daring.
Orang pertama di jajaran Pemkot Semarang ini meminta guru juga harus memastikan siswa yang belajar secara daring agar bisa memahami materi yang disampaikan dengan baik. Selain itu jaringan internet juga harus lancar dan berfungsi dengan baik, agar tidak mengganggu proses belajar mengajar.
Menurut Hendi, pembelajaran tatap muka juga bertujuan untuk menjaga kemampuan para siswa dalam berinteraksi sosial. Selain itu hal terpenting dalam pelaksanaan PTM, yakni para siswa juga bisa memahami pelaksanaan protokol kesehatan dengan ketat.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Gunawan Saptogiri menjelaskan rincian dari sekolah yang telah menjalankan PTM yakni terbagi atas 325 SD dan 44 SMP.sedangkan untuk sekolah swasta terdiri atas 51 SD dan 22 SMP.
Selain SD dan SMP, kata dia, terdapat 40 TK swasta dan negeri yang juga sudah mulai pelaksanaan PTM. Pelaksanaan PTM terdiri dari empat mata pelajaran yang masing-masing berlangsung selama 30 menit. Gunawan menjelaskan , PTM ini sendiri dilaksanakan secara bertahap oleh pihak sekolah.
“Tugas sekolah memberi edukasi kepada siswa tentang protokol kesehatan, mulai dari di rumah, di sekolah, dan selama.perjalanan dari sekolah ke rumah,” ujar Gunawan. (is)



















