Menginspirasi, Dari Penjual Kue Keliling Jadi Bos PDAM

Mujiaman Sukirno
Mujiaman Sukirno

SURABAYA (Awal.id) – Mujiaman Sukirno (52), merupakan seseorang di balik kesuksesan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surabaya selama tiga tahun terakhir. Namun, sedikit orang yang tahu bahwa ia tumbuh dari keluarga yang kurang mampu.

Walaupun ia bukan berasal dari keluarga yang berada, ketekunan dan kerja kerasnya berhasil membawanya kepada kesuksesan sekarang ini.

Melalui kanal “YouTube Success Before 30”, Mujiaman bercerita tentang kisah suksesnya dari nol. Ia mengaku, kehidupan masa kecilnya sangatlah kurang karena ia berasal dari anak buruh petani di sebuah desa di Blitar, yang mana penghasilan ayahnya tidak seberapa.

Pria kelahiran 1968 ini merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Sejak kelas 1 SD, ia sudah berjualan kue keliling kampung bersama kakaknya untuk membantu perekonomian keluarga.

“Bangun pagi, berjualan dari jam 05.00 sampai 07.00 keliling kampung sebelum berangkat sekolah. Masuk ke sekolah sambil bawa sisa kue dan peralatan jualan,” ujar Mujiaman bernostalgia.

Ketika duduk di bangku SMP, ia menjadi siswa yang memiliki banyak prestasi. Hal ini membuat sebuah keluarga yang tinggal di dekat sekolahnya mengangkat Mujiaman menjadi anak angkatnya.

Selama tiga tahun menjadi anak angkat di keluarga juragan sapi, ia mendapat fasilitas yang memadai untuk mendukungnya dalam belajar. Selain itu, ia juga mendapat perbaikan gizi. Perubahan postur tubuh Mujiaman sangat berbeda, dari yang dulunya kurus hingga menjadi lebih berisi.

Singkat cerita, karena kecerdasan dan ketekunannya selama sekolah, akhirnya ia berhasil melanjutkan kuliahnya ke kota Surabaya, Institut Teknologi Sepuluh November (ITS).

Pada 1992, ia lulus menyandang gelar Sarjana Teknik Kimia. Mujiaman membutuhkan waktu 6 tahun untuk lulus. Ia membeberkan dalam 6 tahun itu ia sangat suka kuliah, fokusnya di kegiatan organisasi dan menjabat sebagai Ketua Himpunan Teknik Kimia ITS.

Setelah lulus, berkat doa orang tua, ia mendapat kesempatan untuk bekerja di perusahaan Jepang. Bekerja selama 3 tahun untuk orang Jepang membuat dirinya banyak belajar perihal etos kerja, mulai dari perencanaan, kedisiplinan, serta ketelitian.

Dan pada usia 29, ia mendapat tawaran untuk bekerja di perusahaan Amerika, dulunya bernama Nalco Water, yang kini dikenal dengan Ecolab. Perusahaan ini bergerak di bidang jasa air.

Perusahaan yang berkantor utama di Jakarta ini memposisikan Mujiaman di kantor cabang Surabaya. Ia bekerja selama 20 tahun, memulai posisi dari Technical Engineer hingga ke posisi District Manager.

Bekerja di Ecolab selama 20 tahun menjadi cikal bakal Mujiaman diminta oleh Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya, untuk langsung menjabat posisi tertinggi di PDAM Surabaya.

Karena ketekunan dan kerja keras sedari dini membuat PDAM Surabaya ketika di bawah kepemimpinannya berkembang pesat. Dalam 3 bulan awal menjabat, kapasitas air naik menjadi 400 liter per detik, dalam 6 bulan menjadi 1000 liter per detik, dan dalam 1 tahun menjadi 2000 liter per detik. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *