Kurangi Beban Operasional, Garuda Indonesia Kembalikan Armada dan Tunda Gaji Karyawan

JAKARTA (Awal.id) – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk berada dalam kondisi keuangan yang buruk saat ini dengan total utang sebesar Rp 70 triliun. Berbagai cara dilakukan untuk mengurangi beban operasional perusahaan.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan pihak Garuda Indonesia dan pihak lessor pesawat telah sepakat untuk mengembalikan armada yang belum jatuh tempo masa sewanya.

“Upaya ini merupakan langkah strategis Garuda Indonesia dalam mengoptimalisasikan armada,” ujarnya, Kamis (10/6).

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir sebelumnya mengungkapkan sejak awal Kementerian (BUMN) meyakini bahwa salah satu masalah terbesar di Garuda soal lessor.

Lessor ini harus kami petakan ulang, mana saja yang masuk kategori dan bekerja sama di kasus yang sudah dibuktikan koruptif,” ungkapnya.

Perusahaan juga melakukan kebijakan penundaan pembayaran gaji antara lain terdiri dari, sebanyak 50 persen untuk jabatan Direksi dan Komisaris, untuk jajaran vice president, captain, first office, dan flight service manager gaji yang ditunda sebesar 30 persen, untuk jabatan senior manager ditunda sebesar 25 persen, flight attendant, expert dan manager sebesar 20 persen, duty manager dan Supervisor sebesar 15 persen serta staf (analyst, officer atau setara) dan siswa sebesar 10 persen. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *