KNTI Upayakan Penguatan dan Pengorganisasian Nelayan Kecil

PEKALONGAN (Awal.id) – Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) terus melakukan upaya-upaya penguatan dan pengorganisiran nelayan kecil tradisional di Jawa Tengah agar mereka terdidik dan mampu mandiri.

Biro Penguatan Anggota KNTI, Hendra Wiguna mengingatkan pentingnya nelayan kecil supaya tergabung dalam organisasi.

“Sesuai petunjuk Ketua Umum KNTI, nelayan kecil harus berorganisasi agar menjadi kuat. Tak ada yang salah menjadi kecil dan tradisional dalam lanskap perikanan Indonesia, kecuali soal skala ekonominya yang teramat kecil. Kurang lebih itu arahan dari ketua umum untuk kita semua,” kata Hendra, di Pekalongan, Jumat (11/6).

Menurut Hendra, dalam Peringatan Hari Laut Sedunia kemarin, Ketua Umum juga mengingatkan semua nelayan tentang laut yang memiliki peran teramat penting dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat.

“Laut menjaga suhu dan iklim, pusat kebudayaan dan peradaban bangsa, sumber pangan, sentra ekonomi dan jalur perdagangan dan seterusnya yang mengandaikan kualitas hidup kita sangat bergantung dengan seberapa baik kita mengelola dan memperlakukan lautan. Itulah pesan ketua umum dalam Peringatan Hari Laut Sedunia kemarin,” ujar Hendra

Hendra mengatakan soal laut yang paling dekat dan sering bersentuhan langsung adalah nelayan. Ibarat kisah asmara, nelayan dan laut itu sepasang kekasih. Karenanya penting bagi kita memastikan kesejahteraan bagi nelayan kecil agar laut kitapun ikut terjaga.

“KNTI di Jawa Tengah sudah berinistaif luar biasa untuk kesejahteraan nelayan, salah satunya hal-hal yang dikerjakan oleh KNTI di Pekalongan. Agenda Bulan Juni ini, KNTI di Jateng akan menggelar Musyawarah Wilayah harapannya KNTI di Jateng bisa menjadi pelopor kebangkitan nelayan kecil,” papar Hendra.

Pendataan

Sementara Ketua DPD KNTI Kota Pekalongan Taufiq Qurrahman menyampaikan KNTI Pekalongan telah melakukan survei pendataan yang hasilnya akan segera dipublikasikan kepada khalayak umum sekaligus menjadi bahan masukan kepada pemangku kebijakan.

Taufiq Qurrahman menambahkan adanya kegiatan ini nelayan dan pemerintah terasa terbantu. Dinas Kelautan Perikanan Kabupaten Pekalongan berharap KNTI dapat memberi masukan tentang program-program pemerintah untuk kesejahteraan nelayan di Pekalongan.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua TPI Wonokerto Andy Setiawan. Dia mengapreasi kegiatan survei yang dilakukan oleh KNTI.

“KNTI di Pekalongan ini cukup membantu karena dapat melakukan pendataan secara detail dan langsung turun ke lapangan untuk mencari tahu masalah,” kata Andy Setiawan.

Taufiq Qurrahman menuturkan dari survei yang dilakukan oleh KNTI Kota dan Kabupaten Pekalongan, pihaknya bisa mengetahui keluhan nelayan Pekalongan, serta sejauh mana program-program pemerintah itu berjalan. Apakah kebijakan pemerintah sudah atau belum bermanfaat bagi nelayan Pekalongan.

“Kita ketahui bahwa nelayan kecil memiliki hak atas BBM Bersubsidi yang merupakan program pemerintah pusat, meski demikian nelayan kecil masih sulit mengaksesnya karena banyak hal. Salah satu yang diusulkan nelayan adalah adanya penambahan SPBN yang dekat dengan lokasi TPI sehingga nelayan tidak perlu jauh ke SPBN, dikarenakan jarak SPBN yaitu 7 – 10 Km yang harus ditempuh selama 30 menit,” beber Taufiq.

Dia mengatakan KNTI Pekalongan saat ini sedang melakukan banyak hal mulai dari mengawal pembuatan pelabuhan On Shore dengan terus berdialog bersama Pemerintah Daerah Pekalongan. Untuk sektor ekonominya, KNTI  sedang menggagas pembentukan koperasi. Di sektor lingkungannya, KNTI juga mengagendakan penanaman serta penataan mangrove dan penataan wilayah pantai.

“Soal Pelabuhan On Shore Pekalongan, harapan Pelabuhan Pekalongan dapat bangkit seperti periode 1980-an,” tandasTaufiq. (*)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *