Wiroditan Bersholawat Meriah, Ratusan Warga Hadiri Puncak KKN V Ma’had Aly Askhabul Kahfi

PEKALONGAN (Awall.id) — Mahasantri Kuliah Kerja Nyata (KKN) V Ma’had Aly Askhabul Kahfi menggelar Wiroditan Bersholawat sebagai puncak sekaligus penutup rangkaian kegiatan KKN di Desa Wiroditan, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan.

Kegiatan berlangsung semarak dan khidmat. Ratusan warga Desa Wiroditan tumplek blek memadati lokasi untuk mengikuti lantunan sholawat dan mau‘izhah hasanah.

Sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat turut hadir dalam kegiatan tersebut, bersama perwakilan dosen Ma’had Aly Askhabul Kahfi, jajaran Pemerintah Desa Wiroditan, BPD, Polsek, Koramil, pengurus Nahdlatul Ulama (NU), Banser, pemuda, serta berbagai unsur masyarakat.

Suasana semakin syahdu dengan lantunan sholawat yang dibawakan Grup Hadroh Babul Musthofa. Banser, jajaran pengurus NU, dan masyarakat turut bersatu padu menyukseskan acara tersebut.

Baca Juga:  Peresmian Masjid Nur’aini oleh Pendiri TIKI dan JNE di Kepulauan Bangka Belitung

Ketua BPD Desa Wiroditan, Ali Ikram, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim KKN V Ma’had Aly Askhabul Kahfi. Menurutnya, kehadiran para mahasantri selama menjalankan pengabdian telah memberikan warna positif bagi masyarakat melalui berbagai program yang membawa kemaslahatan dan manfaat nyata.

Dalam mau‘izhah hasanah, Dr. Muhamad Rikza Saputro, M.Pd., M.M., M.H., yang akrab disapa Gus Rikza, mengajak masyarakat memperbanyak sholawat sebagai wujud kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Menurut Gus Rikza, sholawat juga dapat menjadi sarana untuk melembutkan hati, menumbuhkan ketenteraman, sekaligus mempererat persaudaraan di tengah masyarakat.

Gus Rikza kemudian menyampaikan resep sederhana agar sebuah desa dapat tumbuh menjadi lingkungan yang guyub, kuat, dan unggul melalui konsep “3 Ayo” dan “3 Ojo”.

Baca Juga:  Wahid Foundation Latih Pendamping Korban Kekerasan Seksual di Tipes Surakarta

“Ayo rembugan, ayo gotong royong, dan ayo peduli. Sementara yang harus kita tinggalkan adalah ojo dengki, ojo baperan, lan ojo tukaran,” pesan Gus Rikza.

Ia mengatakan, perbedaan di tengah masyarakat merupakan hal yang wajar. Namun, perbedaan tersebut tidak semestinya berubah menjadi permusuhan hingga memutus tali persaudaraan.

Menurutnya, berbagai persoalan di masyarakat akan lebih mudah diselesaikan apabila warga membiasakan musyawarah, memperkuat gotong royong, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

Ratusan warga mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan khidmat hingga selesai. Antusiasme masyarakat menjadi penutup perjalanan pengabdian mahasantri KKN V Ma’had Aly Askhabul Kahfi di Desa Wiroditan.

Baca Juga:  Polsek Patebon Lakukan Pengecekan Peredaran Knalpot Brong di Sejumlah Toko dan Bengkel

Selama pelaksanaan KKN, para mahasantri menjalankan berbagai program di bidang keagamaan, pendidikan, sosial, hingga pemberdayaan masyarakat.

Wiroditan Bersholawat menjadi persembahan terakhir sekaligus bentuk ungkapan terima kasih para peserta KKN kepada masyarakat Desa Wiroditan yang telah menerima, mendukung, dan membersamai mereka selama menjalankan pengabdian.

Meski rangkaian KKN telah berakhir, silaturahmi dan persaudaraan diharapkan tetap terjaga. Nilai-nilai kebaikan yang telah dibangun selama masa pengabdian juga diharapkan terus tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Wiroditan.***

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *