Geledah Rumah Terduga Teroris di Batu, Densus 88 Temukan Bahan Peledak dan Alat Perakit Bom
BATU (Awall.id) – Polisi menemukan sejumlah bahan peledak saat menggeledah rumah terduga teroris di Dusun Jeding, tepatnya di Jalan Hasanudin Gang 26, Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur, Kamis.
Sebelumnya, petugas Detasemen Antiteror (Densus) 88 Polri berhasil menggerebek dan menangkap tiga terduga teroris “Tiga orang sementara ini statusnya masih diamankan,” kata Kombes Pol. Dirmanto di Kota Batu, Kamis.
Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur Komisaris Besar Polisi Dirmanto menyebutkan, penangkapan tiga terduga teroris merupakan hasil penyelidikan oleh Densus 88 Antiteror di Kota Batu.
“Jadi, sejak beberapa hari lalu Densus 88 Mabes Polri melakukan serangkaian penyelidikan di wilayah Batu,” ujar dia.
Kombes Pol. Dirmanto menyebut identitas pelaku serta jaringan teroris masih menunggu hasil penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) lebih lanjut. Seluruh keterangan terkait dengan penangkapan dan informasi tiga terduga teroris merupakan wewenang dari Mabes Polri.
Ia menegaskan bahwa Polda Jawa Timur hanya memberikan bantuan dalam penyelidikan dugaan teroris di Kota Batu dengan menerjunkan tim laboratorium forensik dan Tim Penjinak Bom Sat Brimob ke lokasi penyelidikan.
“Ditunggu saja, ditunggu nanti dari Divisi Humas Polri yang akan menjelaskan lengkap. Semuanya masih dalam pendalaman,” ucapnya.
Usah penangkapan, Densus 88 Antiteror Polri bersama Polda Jawa Timur juga menggeledah di salah satu rumah yang berlokasi di Jalan Hasanudin Gang 26, Dusun Jeding, Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur.
Kombes Dirmanto menyatakan bahwa polisi menemukan sejumlah bahan peledak saat menggeledah rumah terduga teroris di Dusun Jeding, Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Kamis.
Dirmanto menambahkan, polisi juga menemukan barang bukti lain berupa casing atau penutup bom dan sejumlah peralatan termasuk bahan-bahan kimia.
“Beberapa temuan yang bisa kami sampaikan, pertama bahan kimia untuk membuat bahan peledak (handak), di tempat kejadian perkara (TKP) juga ditemukan peralatan pembuatan handak, ketiga ditemukan casing bom,” kata Dirmanto di Kota Batu.
Kendati demikian, Dirmanto belum menyebut secara rinci jumlah temuan bahan kimia dan peralatan pembuat bahan peledak tersebut. Ketika ditanya soal penangkapan dan jaringan teroris, dia juga belum memberikan keterangan karena seluruh informasi akan disampaikan oleh Mabes Polri.
Kendati demikian, Dirmanto menyatakan bahwa satu dari tiga orang yang ditangkap, satu orang telah ditetapkan sebagai tersangka.
“Sesuai yang disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri itu masih satu orang tetapi yang diamankan tiga orang,” tuturnya.



















