Wagub Minta Daiyah Berikan Pencerahan dan Ketenangan Bagi Masyarakat Jelang Pemilu 2024

SEMARANG (Awall.id) – Wakil Gubernur Jawa Tengah meminta para Daiyah (dai perempuan) untuk turut memberikan ketenangan pada masyarakat. Apalagi, saat ini menjelang perayaan politik yang sarat dengan perbedaan.

Wagub mengatakan, saat ini sudah banyak perbedaan pendapat mengenai pilihan politik. Ia berharap para dai perempuan juga bisa memberikan pencerahan dan ketenangan di tengah masyarakat.

“Saya pribadi maupun pemerintah berharap penuh terhadap panjenengan (anda) memberikan ketenangan, keteduhan di warga kita masing-masing, di jamaah kita masing-masing,” Taj Yasin saat menghadiri kegiatan Training Daiyah dengan tema “Dakwah di Era Konsentrasi Politik” oleh Hidmat MNU Jateng di Gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang, Sabtu (05/08/2023).

Baca Juga:  Jelang Akhir Masa Jabatan, Wagub Gelar Pengajian Sekaligus Pamitan Dengan Warga Sekitar

Taj Yasin menjelaskan, organisasi masyarakat sering sekali menjadi perebutan suara saat pemilu. Tidak jarang juga berita-berita hoaks yang disebar untuk memperkeruh suasana di lingkungan masyarakat. Oleh karenanya, wagub ingin agar daiyah bisa menyikapinya dan mengajak masyarakat untuk tidak mudah terhasut. Selain itu, ia juga meminta tokoh masyarakat untuk memberikan contoh yang baik kepada masyarakat.

“Saya minta sesering mungkin pertemuan-pertemuan organisasi itu dilakukan. Ini butuh contoh, butuh sikap arif kita semua. Mereka (masyarakat) ini ada yang punya ta’ashub atau fanatik terhadap pimpinan, terhadap tokoh. Dan para tokoh itulah yang punya tanggungjawab untuk kebersamaan, kerukunan. Ini penting,” tandasnya.

Baca Juga:  Pemprov Jateng Gelontorkan Bosda Rp 26,8 Miliar, Tingkatkan Kualitas Pendidikan 694 Madrasah Aliyah

Lebih jauh, wagub mengingatkan pentingnya toleransi dan saling menghormati. Menurutnya, sikap tersebut merupakan pondasi awal untuk kerukunan bagi masyarakat. Dengan demikian, lanjutnya, meskipun ada perbedaan pendapat dalam pilihan politik, tidak menjadi penghalang masyarakat untuk hidup damai.

“Kita sering diajak berbicara tentang toleransi. Kita biasa diajak berdiskusi bagaimana saling menghormati. Kita diajak berbicara mengenai kerukunan yang ada di negara kita. Ini pintu masuk kita untuk menjelaskan kepada seluruh, warga kita tentang pentingnya toleransi. Namun toleransi itu ada batasnya,” tutup wagub.

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *