Bangunan Kota Lama Roboh Akibat Hujan Lebat, Disbudpar Semarang Gerak Cepat Amankan Lokasi
SEMARANG (Awal.id) – Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang menindaklanjuti robohnya bangunan tua di wilayah Kota Lama, tepatnya berlokasi di Jalan Garuda akibat angin dan hujan lebat pada Senin (26/12) pukul 16.00 WIB.
Kepala Disbudpar Kota Semarang, Wing Wiyarso menyampaikan bangunan yang roboh di Jalan Garuda ini sebetulnya tidak roboh semua. Sebelumnya, bangunan itu mangkrak lama akibat ditelantarkan pemiliknya, lantaran terjadi konflik internal keluarga. Akibat tak terawat, bangunan itu lambat laun menjadi rusak.
“Kemarin sore, Semarang kan hujan lebat beserta angin. Bangunan ini, ditumbuhi pohon bringin. Ketika angin kencang disertai hujan lebat, bangunan tidak mampu menahan, sehingga roboh. Otomatis akarnya yang mencengkram,” papar Wing saat ditemui wartawan Awal.id, Selasa (27/12).
Dia menjelaskan, bangunan ini tidak seluruhnya yang roboh, namun tetap saja puing-puingnya menutupi Jalan Garuda sehingga harus segera dilakukan evakuasi dan pengamanan lokasi. Pihaknya mengupayakan hari ini bisa selesai agar tidak mengganggu kenyamanan para wisatawan.
“Kami juga berhati-hati dalam evakuasi. Tidak semuanya kami angkut. Barang-barang seperti tralis atau kusen bangunan kami amankan sebagai pertanggungjawaban,” ujarnya.
Soal robohnya bangunan ini, Wing menyatakan sudah menyampaikan kabar ini kepada pemiliknya. “Pemilik sudah mengaku terus terang, bangunan itu tidak terawat karena ada permasalahan keluarga dari ahli waris. Saya ingatkan, bangunan yang sudah roboh ini sebagian tolong ditindaklanjuti agar nanti tidak ada accident di belakang hari,” imbuhnya.
Dia menyampaikan jika akan ada renovasi di bangunan tersebut, seharusnya mengikuti Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL).
“Ini merupakan bangunan privat yang milik perorangan dan sudah kami imbau berulang kali, tapi dihiraukan. Untuk renovasi kami kembalikan kepada pemilik gedung. Kalau dilakukan renovasi, harapannya ada standarisasi pada bangunan Cagar Budaya, khususnya di Kota Lama yang kami punya perda RTBL-nya,” tambahnya. (is)



















