Festival Jatiwayang ke-3, Elly : Masih Ada Budaya Tradisional di Tengah Kota Semarang

Liong diikuti Gunungan saat hendak melakukan kirab budaya
Liong diikuti Gunungan saat hendak melakukan kirab budaya

SEMARANG (Awal.id) – Warga Bukit Jatiwayang kembali menyelenggarakan Festival Jatiwayang ke-3 setelah dua tahun vakum karena adanya pandemi, Minggu (18/9) sore.

Festival Jatiwayang ke-3 ini mengusung tema “Guyub Rukun Gotong Royong”. Acara tersebut diawali dengan kirab yang dilakukan dari Kampung Citarum sampai Kelurahan Ngemplak Simongan.

Sesampainya di Kelurahan Ngemplak Simongan, warga yang menampilkan beberapa kreasinya dengan membawa gunungan melakukan kirab hingga panggung utama di RT04, RW 03, Bukit Jatiwayang, Kelurahan Ngemplak, Simpongan, Semarang Barat.

Camat Semarang Barat, Elly Asmara didampingi Istri, Famega Dian

Camat Semarang Barat, Elly Asmara didampingi Istri, Famega Dian

Selain warga, ada juga penampilan beberapa seni budaya seperti reog, kuda lumping, topeng ireng, barongsai dan liong.

Baca Juga:  Nyai Nafisah Sahal Mahfudz di Mata Ganjar, Sosok Perempuan Hebat

Camat Semarang Barat, Elly Asmara menjelaskan adanya festival ini juga menunjukkan bahwa budaya tradisional masih ada di tengah kota besar, seperti Semarang ini.

“Adanya festival yang jelas bisa menunjukkan kepada seluruh warga Kota Semarang bahwa masih ada kesenian tradisional di tengah kota besar, di mana Kecamatan Semarang Barat merupakan salah satu wilayah yang terletak di pusat kota, tapi masih bisa menampilkan budaya-budaya tradisional,” ungkap Elly usai ikut melakukan kirab bersama warga Jatiwayang.

Salah satu partisipan dari warga saat menampilkan kreasinya

Salah satu partisipan dari warga saat menampilkan kreasinya

Napak Tilas

Baca Juga:  Bangganya Warga Jawa-Madura di Papua Bertemu Gubernur Ganjar, "Dadi Tombo Kangen"

Di sisi lain, Elly menjelaskan adanya festival Jatiwayang ini juga sebagai napak tilas. Warga di Bukit Jatiwayang dulu awalnya berasal dari daerah Kampung Citarum, kemudian hijrah ke sini dan beranak pinak.

“Karena juga mengingat napak tilas, maka tadi acara ini awalnya diawali dengan kirab yang dilakukan sekitar 20 orang dari Citarum ke Ngemplak Simongan. Sesampainya di Ngemplak Simongan, kemudian dilanjutkan ke Kampung Jatiwayang, tepatnya di wilayah RW 3,” bebernya.

Baca Juga:  Pengurus Baru KNPI Jateng Diminta Lebih Fokus Bangun Ideologi

Ia berharap dengan adanya festival ini, masyarakat di wilayah Jatilawang akan menjadi lebih guyub dan rukun.

“Semoga festival ini bisa rutin diselenggarakan. Ditambah pastinya masyarakat wilayah Bukit Jatiwayang tentunya bisa menjadi lebih guyub dan rukun,” tandasnya. (is)

Sharing:

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *